Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok Jamaah Al-Islamiyyah Mesir mengatakan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari aliansi bentukan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang didirikan untuk memprotes pelengseran Muhammad Mursy dari kursi presiden.

Sejumlah kelompok dan partai sudah meninggalkan Aliansi Nasional untuk Mendukung Legitimasi bentukan Al-Ikhwan Al-Muslimun, yang sekarang berstatus sebagai organisasi terlarang dan dicap sebagai kelompok teroris oleh kabinet Mesir sebelum kepemimpinan Presiden Al-Sisi.

Mantan ketua Jamaah Al-Islamiyyah wilayah Damietta di Delta Nil, Awad Hattab, mengatakan kepada Ahram Massai bahwa para pemimpin organisasinya sedang membicarakan rencana penarikan diri dari Aliansi Nasional untuk Mendukung Legitimasi.

Sejumlah media Mesir lain mengutip keterangan tokoh Jamaah Islamiyyah lainnya juga melaporkan hal yang sama, lansir Ahram Online Rabu (10/12/2014).

Menurut Hattab, kelompoknya berencana untuk keluar dari Aliansi karena ada tekanan dari dalam organisasi mereka sendiri.

Belum lama ini sejumlah kelompok dan partai meninggalkan Aliansi, termasuk Partai Al-Wasat dan partai bentukan Salafy Al-Watan.

Jamaah Islamiyyah adalah kelompok yang bertanggungjawab atas kematian presiden Mesir Anwar Al-Sadat tahun 1981. Kelompok itu juga mengaku sebagai pelaku pembunuhan 58 orang wisatawan dan 4 orang warga Mesir dalam sebuah serangan di kota wisata Luxor tahun 1997.

Setelah revolusi rakyat menggulingkan kekuasaan Husni Mubarak Januari 2011, seperti beberapa organisasi Islam lain di Mesir Jamaah Islamiyyah juga mendirikan partai, yang diberi nama Partai Al-Binaa wa Al-Tanmia dan meraih 13 kursi dalam pemilihan Dewan Syura tahun 2011-2012.

Di samping Al-Ikhwan Al-Muslimun, kelompok ini juga memainkan peran kunci dalam pembentukan Aliansi, yang didirikan menyusul pelengseran Mursy dari kursi kepresidenan pada Juli 2013. Mereka menuntut agar politisi Al-Ikhwan itu didudukkan kembali sebagai presiden Mesir.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sepi Penumpang, Bandara Tersibuk di Berlin Akan Ditutup

Sepi Penumpang, Bandara Tersibuk di Berlin Akan Ditutup

Arkeolog Mengungkap Temuan Gereja Kuno di Ethiopia

Arkeolog Mengungkap Temuan Gereja Kuno di Ethiopia

Protes Anti-Pemerintah Turki Memasuki Hari Ketiga

Protes Anti-Pemerintah Turki Memasuki Hari Ketiga

Sambil Bawa Anjing, Mereka juga Lempar Al-Quran

Sambil Bawa Anjing, Mereka juga Lempar Al-Quran

HRW: Iran Merekrut Migran Anak Afghanistan untuk Bertempur di Suriah

HRW: Iran Merekrut Migran Anak Afghanistan untuk Bertempur di Suriah

Baca Juga

Berita Lainnya