Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

PM Davutoglu kepada Pejabatnya: Jangan Biarkan Mereka Mencium Tanganmu

Ahmet Davutoglu ketika menjabat menlu (2009) mencium tangan wanita tua Iraq yang dirawat di Ankara akibat serangan bom di Mosul.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para pejabat Turki tidak boleh lagi membiarkan warga masyarakat mencium tangan mereka, demikian perintah Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. Sayangnya, tak lama kemudian Davutoglu justru melanggar larangannya itu sendiri.

Hal itu dikatakan Davutoglu ketika berbicara dalam kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Sabtu (29/11/2014) dilansir Hurriyet.

“Sebagai perdana menteri, saya katakan bahwa ini perintah bagi seluruh pejabat negara: Tak seorang pun yang akan membiarkan warga masyarakat mencium tangannya lagi,” kata Davutoglu.

Namun sayangnya larangan itu justru kemudian dilanggar oleh Davutoglu.

Seorang pria mendekati Davutoglu untuk memberikannya selamat setelah mantan menteri luar negeri itu berpidato. Orang tersebut mencium tangannya, sementara perdana menteri Turki itu tidak terlalu memperhatikan.

Mencium tangan orang yang lebih tua atau memiliki jabatan tinggi sebelum meletakkannya ke kening merupakan simbol penghormatan dalam budaya Turki.

Seruan Davutoglu agar para pejabat negara tidak membiarkan tangannya dicium itu merupakan tanggapan atas kritikan ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, yang menentang insiatif pemerintah untuk melakukan rekonsialisasi politik dalam masalah pembantaian tahun 1937-1938 di Provinsi Tunceli. Bahceli, yang menyebut kejadian-kejadian sebelum pembantaian itu sebagai pemberontakan, mengecam rencana rekonsiliasi Davutoglu, yang berkunjung ke Tunceli belum lama ini.

Bahceli mengecam rekonsiliasi itu dengan mengatakan bahwa keputusan itu merupakan “pengkhianatan” dan bahwa “negara tidak pernah mencium tangan.”

Sehari setelah Bahceli mempercepat kunjungannya ke Tunceli karena ada unjuk rasa, Davutoglu menyinggung kembali masalah cium tangan itu, dengan mengatakan bahwa “negara tidak pernah memaksa rakyat untuk mencium tangannya.”

PM Davutoglu menyebut tindakan negara di Provinsi Tunceli (dulu dikenal dengan Dersim) kala itu sebagai “kezaliman”.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Afghanistan akan Musnahkkan 15 Ribu Hektar Tanaman Opium

Afghanistan akan Musnahkkan 15 Ribu Hektar Tanaman Opium

Paus Minta Maaf Atas Kasus Pedofilia Gereja Katolik Australia

Paus Minta Maaf Atas Kasus Pedofilia Gereja Katolik Australia

Takut Anonymous, Situs Israel Matikan Server

Takut Anonymous, Situs Israel Matikan Server

Partai BJP Menang Mutlak, Muslim India Makin Cemas

Partai BJP Menang Mutlak, Muslim India Makin Cemas

Maryam Rajavi: Khamenei Yang Memerintahkan Untuk Memborbardir Kota Suci Makkah

Maryam Rajavi: Khamenei Yang Memerintahkan Untuk Memborbardir Kota Suci Makkah

Baca Juga

Berita Lainnya