Sabtu, 16 Januari 2021 / 2 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Pemerintah Yahudi Sarankan Bayar Orang Arab Enyah dari “‘israel’”

Menteri Luar Negeri ‘israel’, Avigdor Lieberman
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam sebuah manifesto yang dikeluarkan partai sayap kanan ‘israel’, Y’israel’ Beitenu, anggota partai yang juga sebagai Menteri Luar Negeri ‘israel’, Avigdor Lieberman mengatakan ia lebih memilih opsi menyerahkan daerah-daerah di ‘israel’ utara dengan penduduk mayoritas orang Arab untuk pendirian negara Palestina di masa depan dan menyediakan insentif uang untuk warga Arab di ‘israel’- sekitar 20 persen dari populasi ‘israel’ – untuk mendorong mereka beremigrasi, demikian lapor Aljazeera, Sabtu (29/11/2014).

Manifesto yang diterbitkan pada hari Jumat itu tidak mengatur posisi pada masalah yang paling sulit dalam konflik ‘israel’-Palestina, termasuk status Yerusalem dan perbatasan-perbatasan ‘israel’.

Tapi manifesto itu mengakui perlunya kompromi teritorial yang disebutnya sebagai ‘kesepakatan damai dengan Palestina’, dan juga dengan negara-negara Arab moderat.

Saran darinya itu – membayar orang-orang Arab di ‘israel’ untuk meninggalkan negara itu – muncul setelah Netanyahu mengajukan RUU kontroversial untuk menformalkan status ‘israel’ sebagai negara Yahudi – sebuah ukuran yang dikatakan oleh banyak warga Arab di ‘israel’ akan memformalkan status mereka sebagai warga kelas dua.

RUU yang menurut Netanyahu diperlukan untuk memproteksi masa depan ‘israel’ itu ditentang para politikus ‘israel’ pada umumnya, tapi sangat didukung oleh para anggota partai sayap kanan itu yang membentuk koalisi pemerintahan dengannya, termasuk Lieberman.

Sementara itu, pasukan keamanan ‘israel’ menembakkan gas air mata pada lusinan demonstran yang melemparkan batu di pos pemeriksaan Qalandiya Yerusalem utara setelah shalat Jumat.

Tidak ada laporan segera tentang korban cedera atau penangkapan.*

 

 

Rep: Abdullah Al-Musthofa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pesan Damai dari UEA

Pesan Damai dari UEA

Jammu dan Kashmir Kembali Bergejolak

Jammu dan Kashmir Kembali Bergejolak

Islam di Konstitusi Mesir 2014 vs 2012

Islam di Konstitusi Mesir 2014 vs 2012

Jimmy Carter Terpaksa Dukung Negara Palestina

Jimmy Carter Terpaksa Dukung Negara Palestina

Seorang Pria Terdiagnosa Ebola di Amerika

Seorang Pria Terdiagnosa Ebola di Amerika

Baca Juga

Berita Lainnya