Selasa, 16 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

Suka dan Duka Warga Mesir atas Keputusan Bebas Kasus Pembunuhan Demonstran 2011 Husni Mubarak

Bagikan:

Hidayatullah.com–Keluarga dan kerabat demonstran yang meninggal dalam aksi unjuk rasa Januari 2011 menentang kekuasaan Husni Mubarak memprotes keputusan hakim yang membebaskan bekas presiden itu, lansir Euronews.

Di luar lokasi persidangan di Akademi Kepolisian para penentang Mubarak mengekspresikan kemarahan dan kesedihannya atas keputusan hakim yang menyatakan Husni Mubarak tidak bersalah atas kematian para demonstran yang menuntutnya mundur.

“Ini tidak adil,” teriak Samir Marai yang terluka ketika berdemonstrasi menuntut pengunduran diri Mubarak. “Kami tidak kayak menerima ini dari peradilan Mesir. Kami tidak layak menerima keputusan seperti ini setelah menunggu selama empat tahun.”

“Kami salah turun ke jalan-jalan…kami seharusnya tidak melakukan protes atau menuntut hak-hak kami, karena sekarang mereka mengatakan bahwa kami salah dan mereka dibebaskan. Mereka tidak bersalah? Siapa yang membunuh para martir itu? Saya ingin tahu,” kata seorang warga Mesir Nermine Fathy.

Tetapi tidak semua rakyat marah. Faktanya mantan presiden Mesir itu masih memiliki pendukung yang juga menunggu keputusan hakim di luar tempat persidangan.

“Alhamdulillah atas keadilan ini,” kata Yasser Muhammad. “Mubarak sekarang mendapatkanhaknya. Mesir sekarang bebas dari konspirasi 25 Januari.”

“Salut buat kehakiman dan selamat kepada Presiden Mubarak setelah menderita selama bertahun-tahun,” imbuh seorang wanita. “Alhamdulillh dia menang dan Alhamdulillah kebenaran terungkap. Sekarang kami ingin dia agar diberi perhargaan.”

Dalam wawancara lewat telepon dengan salah satu stasiun televisi mantan presiden Mesir yang berkuasa selama 30 tahun itu bersikukuh mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

Meskipun dinyatakan bebas oleh pengadilan hari Sabtu (29/11/2014), Mubarak yang kini berusia 86 tahun itu masih harus mendekam di balik jeruji, untuk menjalani masa tiga tahun kurungan untuk kasus penggelapan uang publik.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pendapatan dan Pengguna Naik, Uber Rugi $1 Miliar

Pendapatan dan Pengguna Naik, Uber Rugi $1 Miliar

Penjara untuk Ciuman di Tempat Umum di Dubai

Penjara untuk Ciuman di Tempat Umum di Dubai

Ngerap di Gereja, Pendeta Katolik di Kenya Diskors

Ngerap di Gereja, Pendeta Katolik di Kenya Diskors

Masjid di Kompleks Parlemen Turki akan Dibongkar

Masjid di Kompleks Parlemen Turki akan Dibongkar

Kelompok “Tentara Salib” Berencana Ngebom Masjid Namun Gagal

Kelompok “Tentara Salib” Berencana Ngebom Masjid Namun Gagal

Baca Juga

Berita Lainnya