Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jokowi dan Obama Bicarakan Radikalisme di Indonesia

Presiden AS Barack Obama (kanan) mengangkat tangan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (kiri) di Beijing, Senin (10/11). Kedua pemimpin negara berada di Beijing untuk menghadiri KTT APEC, selanjutnya Obama akan bertolak menuju Myanmar dan Australia dalam kunjungan sepekan penuh ke Asia
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam pembicaraan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, masalah terorisme dan radikalisme lebih mengemuka.

“Ya, memang kalau Amerika (AS, Red) tadi memang lebih banyak mengarah misalnya ke terorisme dan radikalisme,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di hotel tempatnya menginap di Beijing, Senin (10/11/2014) malam dikutip Antara.

Presiden Jokowi di sela-sela pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), mengadakan serangkaian pembicaraan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara APEC.

Selain dengan Presiden Obama, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Sinzho Abe, Presiden Korea Park Gyeun-hye, dan Presiden Vietnam Truong Tan Sang.

Presiden Jokowi mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Obama tersebut, dirinya mengatakan bahwa penanganan terorisme dan radikalisme di Indonesia berbeda dengan negara-negara lainnya.

“Kami juga menyampaikan bahwa kita mempunyai pengalaman dan juga cara pendekatan yang berbeda, negara lain pendekatannya hanya keamanan, kita punya pendekatan keagamaan dan budaya itu yang membedakan. Itu saya sampaikan dan mereka memberikan penghargaan atas pendekatan-pendekatan itu,” kata Presiden.

Menurut Presiden, topik pembicaraan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lainnya lebih banyak diisi terkait pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Presiden Jokowi berkeinginan agar negara-negara lain turut berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur Indonesia.

Hal ini menurut Presiden Jokowi, ia sampaikan dalam setiap pertemuan bilateral.

Menurut Presiden, empat negara menyambut baik hal itu. “Dari Tiongkok akan konkret, yang dari Jepang akan konkret, yang ekspansi dari Korea juga akan konkret, Rusia juga akan konkret,” kata Presiden Jokowi lagi.*

 

,

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pejuang Taliban Mengakui Menembak Pesawat AS

Pejuang Taliban Mengakui Menembak Pesawat AS

Puluhan Jembatan Kaca di Hebei China Ditutup untuk Pengunjung

Puluhan Jembatan Kaca di Hebei China Ditutup untuk Pengunjung

Muhammadiyah Akan Mendirikan Sekolah di Thailand Selatan

Muhammadiyah Akan Mendirikan Sekolah di Thailand Selatan

Teriak Akan Meledakkan Diri Seorang Pria Dipukuli Jamaah Masjid Adana Turki

Teriak Akan Meledakkan Diri Seorang Pria Dipukuli Jamaah Masjid Adana Turki

Kenapa Salafi dan Ikhwan Bahrain Terpuruk?

Kenapa Salafi dan Ikhwan Bahrain Terpuruk?

Baca Juga

Berita Lainnya