Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mata-Mata AS Pembocor Rahasia Nuklir ke Uni Soviet Meninggal

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang mata-mata Amerika Serikat yang membocorkan rahasia nuklir ke Uni Soviet dalam salah satu skandal paling menghebohkan di era Perang Dingin telah meninggal dunia.

David Greenglass berusia 92 ketika menghembuskan nafas terakhirnya. Dia wafat pada bulan Juli lalu, tetapi baru dikabarkan sekarang ini lansir BBC (15/10/2014).

Greenglass mencuri data riset atom saat bekerja di Manhattan Project di Los Alamos, New Mexico, pada era perang. Dia kemudian ditangkap dan di bawah sumpah memberikan kesaksian palsu yang menyebabkan saudara perempuannya sendiri dihukum mati di kursi listrik.

Pria asal New York itu berhasil mendapatkan posisi di Manhattan Project setelah ditugaskan masuk tentara menyusul dimulainya Perang Dunia Kedua.

Proyek itu merupakan proyek rahasia Amerika Serikat untuk membuat senjata nuklir pertama di dunia.

Greenglass, yang ketika itu masih muda dan mulai menganut komunisme membocorkan informasi rahasia ke saudara iparnya, Julius Rosenberg, yang merupakan seorang mata-mata Uni Soviet suami dari Ethel, adik perempuannya.

Setelah ditangkap pada tahun 1950, Greenglass memberi kesaksian bahwa dalam satu pertemuan dengan Rosenberg dia melihat Ethel sedang mengetik catatan-catatan.

Namun, beberapa tahun kemudian kepada seorang wartawan dia mengaku berbohong dalam kesaksiannya untuk melindungi istrinya sendiri, Ruth, yang ikut ditangkap setelah mengikuti pertemuan yang sama.

“Sebagai seorang mata-mata yang menyerahkan keluarganya sendiri … saya tak peduli. Saya tidur nyenyak,” kata Greenglass kepada wartawan itu tahun 2001, menunjukkan ketidakpeduliannya atas nasib adiknya.

Ethel dan suaminya dihukum mati dengan dakwaan pengkhianatan kepada negara.

Sementara Greenglass menjalani hukuman 10 tahun penjara dari 15 tahun vonis karena bersalah melakukan spionase untuk pihak asing dan dibebaskan tahun 1960.

Menurut keterangan putra-putra Rosenberg, Michael dan Robert Meeropol, Greenglass meninggal di New York City pada 1 Juli lalu, tetapi mereka tidak mengabarkannya ke media.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ratusan Perusahaan Inggris Dikabarkan Akan Pindah ke Belanda

Ratusan Perusahaan Inggris Dikabarkan Akan Pindah ke Belanda

Pejabat Kepolisian Tewas, Pemilu di Kandahar Diundur

Pejabat Kepolisian Tewas, Pemilu di Kandahar Diundur

Boikot Adidas, Negara Arab akan Gelar Maraton Al Quds

Boikot Adidas, Negara Arab akan Gelar Maraton Al Quds

Kerusuhan Xinjiang Sebabkan 140 Tewas

Kerusuhan Xinjiang Sebabkan 140 Tewas

OKI Prihatin Atas Kekerasan terhadap Muslim Sri Lanka

OKI Prihatin Atas Kekerasan terhadap Muslim Sri Lanka

Baca Juga

Berita Lainnya