Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemberontak Hautsiyun Kuasai Kota Terbesar Kedua Yaman

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pihak kemanan menyampaikan bahwa pemberontak Syi’ah Hautsiyun (Syiah al Hautsi atau Al Houthi) menguasai kota Al Hadidah yang merupakan kota terbesar kedua setelah Ibukota Sana’a.

Sebagaiaman dilansir oleh Al Arabiya Selasa (14/10/2014) , pasukan Hautsiyun yang berseragam militer berhasil merebut kota yang berjarak 226 KM dari Sana’a tersbut. Dengan demikian maka mereka menguasai bandara internasional Al Hadidah serta pelabuhan Al Hadidah yang merupakan pelabuhan terbesar Yaman yang berada di Laut Merah.

Sebagaimana disampaikan saksi mata, bahwa pada hari Senin pasukan pemberontak Hautsiyun menyebar di wilayah Al Hadidah untuk menguasai wilayah tersebut.

Karena tidak ada perlawanan dari pasukan pemerintah maka kota itu selanjutnya dikuasai oleh pihak pemberontak dan mereka pun segera membangun pos-pos pemeriksaan di pintu masuk kota dan jalan-jalan utama kota.

Di saat Hautsiyun berhasil menguasai Al Hadidah pada Selasa (14/10/2014) ,  demontrasi besar juga terjadi  guna menyampaikan penolakan terhadap pemberontak Hautsiyun dan menuntut pemberontak Syiah itu keluar dari ibukota dan kembali kepada kesepakan yang telah diteken sebelumnya dengan sejumlah kekuatan politik Yaman. [Baca: Demonstrasi Yaman: Tolak Hautsiyun dan Tuntut Kemerdekaan Yaman Selatan]

Sebelumnya, pada 21 Sebtember lalu, pihak Hautsiyun berhasil menguasai Ibukota Sana’a dan terlibat perundingan dengan sejumlah kekuatan politik Yaman.*

 

 

Rep: Sholah Salim
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

IMF Akui Pemberontak Libya

IMF Akui Pemberontak Libya

Jaksa: Pencarian di Rumah Warga Jerman dan Inggris Fokus Tersangka Pendukung Al-Nusra

Jaksa: Pencarian di Rumah Warga Jerman dan Inggris Fokus Tersangka Pendukung Al-Nusra

Hotel dan Resort di Israel Rugi Jutaan Dolar akibat Agresi ke Gaza

Hotel dan Resort di Israel Rugi Jutaan Dolar akibat Agresi ke Gaza

Dikawal Senjata Imigrasi Myanmar Periksa Warga Muslim

Dikawal Senjata Imigrasi Myanmar Periksa Warga Muslim

Meski Salah Tembak,  NATO Enggan Minta Maaf

Meski Salah Tembak, NATO Enggan Minta Maaf

Baca Juga

Berita Lainnya