Kamis, 4 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Kehabisan Amunisi Lawan ISIS/ISIL, 2 wanita Kurdi Pilih Bunuh Diri

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dua wanita yang ikut bergabung dengan pasukan suku Kurdi memilih bunuh diri daripada ditangkap kelompok ISIS/ISIL ketika kehabisan amunisi dalam pertempuran.

Seorang wanita Kurdi yang melakukan serangan bom bunuh diri hari Ahad (5/10/2014) atas kelompok ISIS/ISIL di Kobane, Suriah, adalah seorang ibu dari dua orang anak, lansir koran London The Times Selasa (7/10/2014) dikutip Al-Arabiya.

Dilar Gnecxemis, yang disebut media sebagai Arin Mirkan, berusia 20 tahun dan merupakan salah satu komandan dari pasukan wanita Unit Perlindungan Rakyat (YPG), anak organisasi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi yang dicap teroris oleh Amerika Serikat dan Barat dan dinyatakan terlarang di Turki, yang sekarang diminta ikut memerangi kelompok ISIS/ISIL di Iraq dan Suriah.

Mirkan kabarnya kehabisan amunisi ketika terlibat pertempuran langsung dengan ISIS/ISIL di sebuah bukit di luar Kobane, yang juga dikenal dengan nama Ain Al-Arab. Akibat kehabisan peluru, Mirkan akhirnya membawa lari granat lalu meledakkannya ke arah pasukan ISIS/ISIL.

Aksi bom bunuh diri seperti yang dilakukan Mirkan itu tercatat sebagai yang pertama dilakukan oleh seorang prajurit wanita Kurdi.

Bom bunuh diri Mirkan itu terjadi pada hari yang sama dengan aksi bunuh diri oleh Ceylan Ozalp, wanita berusia 19 tahun yang memilih untuk menembakkan peluru terakhir ke dirinya sendiri daripada ditangkap dan menjadi tawanan ISIS/ISIL.

Ozalp, yang di medan tempur dikenal dengan nama Diren, bulan lalu pernah muncul dalam program berita BBC di mana ketika itu dia mengatakan, “Kami tidak takut apapun … Kami akan bertempur hingga akhir. Kami lebih baik meledakkan diri sendiri daripada ditangkap oleh IS (ISIS/ISIL).”

“Ketika mereka melihat wanita membawa senjata, mereka begitu ketakutan dan mulai gemetaran. Mereka menggambarkan dirinya sebagai pria tangguh kepada dunia. Tetapi ketika mereka melihat kami dan senjata-senjata kami, mereka kabur melarikan diri. Mereka melihat wanita sebagai sesuatu yang sepele. Tetapi satu wanita kami bernilai seratus pria mereka,” kata Ozalp kepada BBC.

Sama seperti Mirkan, Ozalp bunuh diri kerena kehabisan peluru saat bertempur di dekat Kobane.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Penjahat Perang Serbia Diadili di Beograd

Penjahat Perang Serbia Diadili di Beograd

DK PBB Luncurkan Rancangan Resolusi Sanksi Untuk Libya

DK PBB Luncurkan Rancangan Resolusi Sanksi Untuk Libya

Pilot Se-Jerman Tolak Mengangkut Pencari Suaka yang Dideportasi

Pilot Se-Jerman Tolak Mengangkut Pencari Suaka yang Dideportasi

PBB: ≥2 Juta Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Yaman Terancam Malnutrisi Akut

PBB: ≥2 Juta Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Yaman Terancam Malnutrisi Akut

Mahasiswa STAINU Ikuti Program Internasional di Maroko

Mahasiswa STAINU Ikuti Program Internasional di Maroko

Baca Juga

Berita Lainnya