Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kuwait Boikot 50 Perusahaan Eropa Karena Aktifitasnya di Wilayah Jajahan

Perusahaan Veolia Prancis, salah satu yang diboikot Kuwait
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi Nasional Boikot Israel menegaskan, Kementerian Perdagangan Kuwait telah memutuskan berhenti berbisnis dengan 50 perusahaan Eropa, disebabkan aktifitas mereka di pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah Palestina jajahan tahun 1967.

Dalam keterangan persnya, Rabu (01/10/2014) dikutip PIC, komisi menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kuwait telah memutuskan kontrak dengan perusahaan Veolia Prancis senilai 750 juta USD, disebabkan keterlibatan perusahaan ini dalam proyek Zionis yang bertentangan dengan hukum internasional, dan memblack-list perusahaan ini di masa mendatang.

Komisi Nasional Boikot Israel sebelumnya mendesak pemerintah dan parlemen Kuwait untuk memboikot perusahaan Prancis, disebabkan keterlibatan mereka dalam sejumlah proyek Zionis-Israel, yang melanggar aturan internasional dan HAM.

Menurut Zaid Syuaibi, Kordinator Urusan Arab di Komisi Nasional Boikot Israel, fase yang dilewati persoalan Palestina pasca agresi ke Gaza menuntut upaya serius pihak internasional untuk memboikot perusahaan internaisonal yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina.

“Perusahaan tak bermoral ini tidak mungkin diberikan keluasan berada di wilayah Palestina, dan melakukan transaksi besar di sejumlah negara Arab, karena itu kemenangan atas Violia di Kuwait harusnya menjadi contoh yang diikuti negara-negara Arab lainnya,” demikian Zaid Syuaibi.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mursy Ganti Pucuk Pimpinan Militer, Termasuk Tantawi

Mursy Ganti Pucuk Pimpinan Militer, Termasuk Tantawi

Demonstran Skotlandia Serukan Persatuan Palestina

Demonstran Skotlandia Serukan Persatuan Palestina

Rusia Bantu Iran Bangun Reaktor Nuklir

Rusia Bantu Iran Bangun Reaktor Nuklir

Bos AirAsia Minta Maaf Dukung Najib Razak, Mengklaim Dapat Tekanan

Bos AirAsia Minta Maaf Dukung Najib Razak, Mengklaim Dapat Tekanan

Pusat Kebudayaan Italia Gelar Kuliah Sejarah Islam Sisilia

Pusat Kebudayaan Italia Gelar Kuliah Sejarah Islam Sisilia

Baca Juga

Berita Lainnya