Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Peta Tulisan Tangan Rute Perjalanan Lawrence of Arabia akan Dilelang

Peta tulisan tangan rute perjalanan Lawrence of Arabia di Jazirah Arab.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Peta wilayah utara jazirah Arab pada masa Perang Dunia I yang digambar dengan tangan oleh Lawrence of Arabia akan dilelang pada 4 Nopember mendatang.

Peta itu merupakan sketsa yang digambar sendiri oleh Thomas Edward Lawrence pada tahun 1917, yang mencatat periode penting dalam sejarah revolusi Arab menentang Kekhalifahan Utsmani di Turki.

Menurut reporter Ahram Online di London (11/9/2014) rumah lelang terkemuka di Inggris, Sothesby’s, berharap peta itu terjual dengan harga 70.000-100.000 euro [1 euro sekitar 15.300 rupiah].

Peta tersebut menggambarkan perjalanan Lawrence menyeberangi gurun Arab, yang sekarang dikenal sebagai Kerajaan Arab Saudi, pada Mei 1917. Itu merupakan satu-satunya perta tulisan tangan Lawrence yang menunjukkan secara terperinci rute yang dilaluinya menjelang jatuhnya pelabuhan Aqaba di Laut Merah pada tahun yang sama, yang dipandang oleh sejarawan sebagai kemenangan besar Arab atas Kekhalifan Utsmani.

Lawrence merupakan intelektual dan prajurit Inggris yang memainkan peran penting dalam memobilisasi revolusi Arab pada masa Perang Dunia I dan terkenal dengan julukan “Lawrence of Arabia”.

Menurut dokumen Inggris, pada tahun 1914 Lawrence ikut dalam sebuah ekspedisi menjelajahi wilayah utara Semenanjung Sinai untuk melakukan kegiatan mata-mata yang disamarkan sebagai kegiatan eksplorasi ilmu pengetahuan.

Ketika perang pecah, dia menjadi agen intelijen di Kairo. Pada Juni 1916, Arab mulai bangkit menentang kekuasaan Turki (pusat Kekhalifahan Utsmani), yang merupakan sekutu dari Jerman. Revolusi Arab itu didorong dan didukung sepenuhnya oleh Inggris. Lawrence menjadi penghubung dan penasihat Faisal, putra pemimpim perlawanan Arab, Syarif Hussein dari Makkah.

Royal Society of Asian Affairs saat ini merupakan pemilik peta tersebut, yang belum lama dipamerkan di Imperial War Museum di London dan Australian War Memorial di Canberra.

Lawrence menyalin dengan hati-hati peta tersebut ke selembar kertas kalkir. Kertas itu ditandatanganinya dan diberi catatan “ini satu-satunya gambar salinannya, jadi tolong jangan keburu dihilangkan.”

Lawrence meninggalkan kesatuannya di Royal Air Force, angkatan udara Kerajaan Inggris, pada Februari tahun 1935 dan meninggal pada 19 Mei akibat kecelakaan motor.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kunjungan Bersejarah, Presiden Mursy Bertolak ke Sudan

Kunjungan Bersejarah, Presiden Mursy Bertolak ke Sudan

Siklon Mekunu Makan Korban di Yaman dan Oman, Ribuan Orang Mengungsi

Siklon Mekunu Makan Korban di Yaman dan Oman, Ribuan Orang Mengungsi

Diboikot Konsumen, Peritel Amerika Tak Lagi Jual Pakaian Ivanka Trump

Diboikot Konsumen, Peritel Amerika Tak Lagi Jual Pakaian Ivanka Trump

Perhitungan Suara Pilpres Afghanistan akan Diaudit

Perhitungan Suara Pilpres Afghanistan akan Diaudit

Amerika akan Pasang Badan untuk Ahmadiyah

Amerika akan Pasang Badan untuk Ahmadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya