Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Keluarga Korban 11/9 Berkampanye Melawan Islamofobia

Sejak serangan 11/9, kejahatan yang dilakukan karena kebencian pada ras atau agama dengan sasaran kaum minoritas mengalami peningkatan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota keluarga dari korban 11/9 telah meluncurkan sebuah kampanye iklan di bus-bus untuk mempromosikan toleransi beragama dan mengutuk munculnya serangan-serangan Islamofobia dengan target komunitas Muslim Amerika.

Disponsori oleh “Keluarga 11 September untuk Peaceful Tomorrows”, kampanye iklan itu diluncurkan belum lama ini.

Kampanye itu bertujuan untuk menanggapi secara khusus serangan-serangan terbaru pada kaum Muslim dan Sikh di New York City.

Kampanye itu bertepatan dengan simposium tentang konflik bersenjata dan kejahatan yang dilakukan karena kebencian pada ras atau agama di New York City.

“Islamophobia itu tidak bersahabat”. “Mari kita membangun jembatan, bukan dinding. Kebencian itu menyakitkan, harapan itu menyembuhkan.” Demikian bunyi sebagian iklan kampanye anti Islamophobia tersebut.

“Dengan mengembangkan dan mendukung opsi-opsi dan tindakan-tindakan anti kekerasan dalam mengejar keadilan, kami berharap dapat mematahkan siklus kekerasan yang ditimbulkan oleh perang dan terorisme,” kata organisasi tersebut dalam siaran pers dikutip OnIslam.net.

“Kami ingin membuat pernyataan yang jelas bahwa anggota keluarga korban 11/9 tidak ingin mempromosikan ketakutan dan kebencian,” kata Direktur Proyek Peaceful Tomorrows, Terry Greene, yang kakaknya meninggal di dalam pesawat United Flight 93, kepada Huffington Post.

“Kebebasan sipil dari semua orang Amerika terancam. Kami percaya bahwa persatuan dan toleransi antar agama adalah jalan menuju hari esok yang lebih damai. Kami ingin menghormati orang yang kita cintai dengan mencegah warga sipil tak berdosa lainnya dari mati sia-sia,” katanya lebih lanjut.

Pada hari yang sama Wilayah Manhattan juga mendeklarasikan Hari Apresiasi Keluarga 11 September untuk Peaceful Tomorrows, kata Greene kepada HuffPost.

Kampanye-kampanye serupa didorong adanya jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Arab American Institute dari 2010 hingga 2014 yang menemukan bahwa orang-orang Amerika memiliki perasaan yang kurang baik terhadap orang-orang Arab dan Muslim.

Empat puluh lima persen orang Amerika yang disurvei mengatakan mereka melihat Muslim sebagai orang yang tidak bersahabat – meskipun ada 47 persen yang mengatakan mereka mengenal seseorang Muslim secara pribadi.

Sejak serangan 11/9, kejahatan yang dilakukan karena kebencian pada ras atau agama dengan sasaran kaum  minoritas mengalami peningkatan. Sejak itu, kaum Muslim AS yang  diperkirakan berjumlah antara 6-8 juta orang, telah mengeluhkan diskriminasi dan stereotip di masyarakat yang disebabkan pakaian atau identitas Islam mereka.

Sebuah survei di Amerika Serikat telah mengungkap bahwa mayoritas orang Amerika tahu sedikit tentang kaum Muslim dan keyakinan mereka.

Jajak pendapat Gallup juga menemukan bahwa mayoritas Muslim AS cinta dan setia kepada negara mereka dan optimis akan masa depan mereka.*

Rep: Abdullah al-Musthofa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Qaradhawi: Rusia Musuh Utama Umat Islam Sekarang

Al-Qaradhawi: Rusia Musuh Utama Umat Islam Sekarang

Mushaf Harga 700 Juta Dipamerkan di Riyadh

Mushaf Harga 700 Juta Dipamerkan di Riyadh

Penyiar TV Pemerintah Mesir Undurkan Diri

Penyiar TV Pemerintah Mesir Undurkan Diri

Popularitas Bush Menurun Akibat Iraq

Popularitas Bush Menurun Akibat Iraq

Moskow: Pawai Homoseksual Tak Perlu

Moskow: Pawai Homoseksual Tak Perlu

Baca Juga

Berita Lainnya