Ahad, 14 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Kunjungi Makam Ataturk, PM Davutoglu Ungkapkan Keinginannya Berkuasa Lama di Turki

PM Turki Ahmet Davutoglu meletakkan karangan bunga di Makam Mustafa Kemal Ataturk.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengungkapkan keinginannya agar partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di bawah kepemimpinannya bisa berkuasa lama hingga perayaan berdirinya Republik Turki ke-100 tahun.

“Saya berjanji atas nama pemerintah, di hadapanmu dan sejarah sebagai saksinya, bahwa kami akan bekerja keras menjadikan negara kita sebagai salah satu negara yang paling disegani dan negara paling kuat di dunia, dan memberikan keadilan bagi seluruh warga negara Republik Turki tanpa kecuali pada
tahun ke-100 Republik kita,” tulis Davutoglu pada Senin 8 September 2014 di Buku Khusus di Anitkabir, makam pendiri Republik Turki Mustafa Kemal Ataturk, lansir Hurriyet.

Davutoglu dan para menteri kabinetnya mengunjungi makam Ataturk dan meletakkan karangan bunga di mausoleumnya. Mereka mengunjungi Anitkabir usai menggelar rapat kabinet pertama pada hari Senin (8/9/2014) setelah mendapatkan mosi percaya dari parlemen pada 6 September.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berkuasa di Turki sejak 2002, dan memenangi pemilihan umum parlemen tiga kali berturut-turut di tahun 2002, 2007 dan 2011.

Davutoglu, yang menjabat menteri luar negeri sejak 2009, menggantikan Erdogan –yang sekarang menjabat presiden– sebagai perdana menteri dan ketua AKP setelah Erdogan memenangi pemilihan presiden pada 10 Agustus lalu.

Pendirian Republik Turki dipoklamirkan pada 29 Oktober 1923, setelah pada 20 Agustus 1922 Turki merayakan kemenangan perang kemerdekaan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Hentikan Peran Uni Eropa dalam Perundingan Damai dengan Palestina

Israel Hentikan Peran Uni Eropa dalam Perundingan Damai dengan Palestina

Italia akan Bangun Pemakaman Islam Pertama Tak Jauh dari Roma

Italia akan Bangun Pemakaman Islam Pertama Tak Jauh dari Roma

Aung Suu Kyi Bela Myanmar Hukum Penjara Dua Jurnalis

Aung Suu Kyi Bela Myanmar Hukum Penjara Dua Jurnalis

Iran Berhak Memproduksi Energi Nuklir

Iran Berhak Memproduksi Energi Nuklir

Hari Ini 22 tahun Pembantaian Muslim Bosnia oleh Milisi Serbia Bosnia

Hari Ini 22 tahun Pembantaian Muslim Bosnia oleh Milisi Serbia Bosnia

Baca Juga

Berita Lainnya