Ahad, 17 Januari 2021 / 3 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Sebarkan Syiah, Sudan Tutup Pusat Kebudayaan Iran dan Usir Diplomatnya

sudantribune.com
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sumber pemerintah Sudan mengumumkan hari Selasa  (02/09/2014) telah menutup Pusat Kebudayaan Iran  dan memberikan waktu 72 jam kepada staf pusat kebudayaan tersebut untuk meninggakan negara itu.

Seorang pejabat dari kementrian luar negeri  yang meminta untuk tidak disebut namanya mengatakan pada Senin malam pihaknya telah perwakilan Iran di negeri itu untuk segera meninggalkan Khartoum.

“Kementrian Luar Negeri Sudan memanggil kuasa usaha Iran di Khartoum dan mengatakan kepadanya keputusan menutup 3 pusat kebudayaan dan memberikan waktu selama 72 jam kepada para staf kebudayaan tersebut untuk meninggalkan negara ini,” ujarnya dikutib Sudantribune.com, Selasa kemarin.

“Pemerintah Sudan mengambil keputusan itu  dikarenakan meningkatnya  aktifitas penyebaran ajaran Syiah yang dilakukan oleh pusat kebudayaan Iran.”

Seorang pengamat Syiah tidak mau disebut namanya menjelaskan bahwa kemungkinan pemerintah mengelurkan keputusan ini karena dibawah  tekanan internal dan eksternal dari negara negara teluk ini, yang khawatir tentang pengaruh penyebaran Syiah di tepi barat dari laut merah.

Pengamat menjelaskan lagi bahwa pemerintah menghadapi tekanan dan pengaruh kelompok gerakan Islam yang telah banyak berbicara tentang bahaya Syiah  melalui mimbar-mimbar masjid dan di halaman surat kabar.

Pusat Kebudayaan Iran pertama kali diresmikan pada tahun 1988 pada masa pemerintahan Sadiq Al-Mahdi sebelum munculnya kudeta yang dipimpin oleh Umar Hassan al-Basyir.

Kegiatan pusat kebudayaan Iran berfokus kepada kursus- kursus belajar bahasa Persia sebagaimana setiap markaz memiliki perpustakaan yang terbuka untuk umum.

Kelompok Syiah juga dikenal menfasilitasi perjalanan tahunan wartawan Sudan untuk mengunjungi Iran serta menyelenggarakan kompetisi menulis.

Bahkan untuk pertama kalinya sebuah penyelenggaraan terbuka merayakan hari kelahiran “Imam Mahdi” di selatan Khartoum tahun 2009 yang dihadiri seribu pengikut Syiah di Sudan.

Bulan lalu, tokoh media Mesir Ahmad al-Maslamani  memicu kontroversi setelah  berbicara di sebuah acaranya tentang perkembangan penyebaran ideologi Syiah di Sudan.

Ia sempat mengatakan bahwa jumlah pengikut Syiah di Sudan telah mencapai 12.000 orang sebagian besar dari mahasiswa yang menghadiri lokakarya mingguan yang diadakan oleh Atase Kebudayaan Iran.*/Abdurrahman Sibghotallah (Sudan)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Uskup: Jumlah Qibhty di Mesir >15 Juta Orang

Uskup: Jumlah Qibhty di Mesir >15 Juta Orang

Investasi Minyak Iran Bisa Sampai 40 Miliar Dolar Tahun Ini

Investasi Minyak Iran Bisa Sampai 40 Miliar Dolar Tahun Ini

Khutbah Jumat di Masjid Nabawi akan diterjemahkan dalam Berbagai Bahasa

Khutbah Jumat di Masjid Nabawi akan diterjemahkan dalam Berbagai Bahasa

Abyei Menjadi Kota Hantu

Abyei Menjadi Kota Hantu

Jurnalis Mohamed Mounir yang Disebut Kashoggi Mesir, Meninggal Karena Covid-19

Jurnalis Mohamed Mounir yang Disebut Kashoggi Mesir, Meninggal Karena Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya