Rabu, 17 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

“Taliban Yahudi” Anggota Lev Tahor Diusir Keluar Desa Guatemala

Anggota Lev Tahor di Kanada.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komunitas ultra-Orthodoks Yahudi Lev Tahor yang dijuluki “Taliban Yahudi” oleh media-media Zionis Israel dilaporkan mulai meninggalkan sebuah desa di Guatemala setelah mengusik warga desa lainnya dan menerapkan kebiasaan agama Yahudi di desa itu.

Komunitas Lev Tahor tinggal di desa San Juan La Laguna sejak enam tahun silam. Namun mereka harus mencari tempat tinggal baru setelah tetua desa mengusir mereka dari desa itu, lansir Associated Press Sabtu (30/9/2014).

Dewan Tetua di desa itu menuding sebagian dari 320 anggota komunitas Lev Tahor memperlakukan warga desa lain dan wisatawan dengan buruk.

“Kami bertindak untuk bela diri dan menghormati hak-hak kami sebagai oerang pribumi. Konstitusi [Guatemala] melindungikami karena kami perlu menjaga dan melestarikan kebudayaan kami,” kata Miguel Zasquez jurubicara Dewan Tetua desa itu.

Sementara anggota Lev Tahor berdalih mereka pergi dari desa itu karena komunitasnya adalah prang-orang yang cinta damai dan untuk menghindari bentrokan.

Lev Tahor dikenal sebagai aliran Yahudi yang sangat ketat menjalankan tradisi agamanya. Mereka menerapkan segregasi antara laki-laki dan perempuan dan percaya negara Yahudi Israel tidak seharusnya ada sebelum kedatangan Masiyah.

Kebanyakan anggota mereka berasal dari Amerika Serikat, Israel, Rusia dan Inggris, sementara sekitar 40 di antaranya orang Guatemala. Hampir setengah dari komunitas Lev Tahor di desa itu adalah anak-anak.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kelompok Bersenjata Serang Politisi Senior Afghanistan

Kelompok Bersenjata Serang Politisi Senior Afghanistan

William Si Calon Raja Inggris Sangat Jarang ke Gereja

William Si Calon Raja Inggris Sangat Jarang ke Gereja

Dalam 4 Bulan Yordania Tangkap 1.500 Pengemis, Termasuk Pengungsi Suriah

Dalam 4 Bulan Yordania Tangkap 1.500 Pengemis, Termasuk Pengungsi Suriah

Kuburan Massal Pasukan AS di Iraq

Kuburan Massal Pasukan AS di Iraq

Setelah Kritik Peran Turki di Libya, Presiden Prancis-Rusia Lakukan Pertemuan Virtual

Setelah Kritik Peran Turki di Libya, Presiden Prancis-Rusia Lakukan Pertemuan Virtual

Baca Juga

Berita Lainnya