Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dihadiri 90 Pemimpin Negara Erdogan Dilantik Jadi Presiden Turki Ke-12

Bagikan:

Hidayatullah.com–Recep Tayyip Erdogan hari Kamis (28/8/2014) resmi menjadi presiden Turki ke-12 setelah dilantik dan mengucapkan sumpah di gedung parlemen.

Menggantikan Abdullah Gul, bekas perdana menteri itu mengucapkan janji presiden untuk mempertahankan eksistensi dan independensi, serta kedaulatan negara Turki, mematuhi konstitusi, hukum, demokrasi, serta prinsip-prinsip republik sekuler.

Erdogan naik ke puncak kekuasaan Turki setelah unggul dalam pemilihan umum presiden 10 Agustus kemarin dengan 52 persen suara, mengalahkan Ekmeleddin Ihsanoglu dan Selahattin Demirtas. Erdogan menjadi presiden pertama Turki yang dipilih oleh rakyat secara langsung.

Kursi-kursi di parlemen dipenuhi oleh para anggota parlemen dari AKP, keluarga dan simpatisan Erdogan, serta pejabat militer dan perwakilan misi diplomatik. Hadir dalam pelantikan itu para pemimpin dari lebih 90 negara, lansir Hurriyet.

Namun, kursi-kursi yang disiapkan untuk para diplomat asing tampak dipenuhi oleh para istri sebagian anggota parlemen, undangan khusus Erdogan, para birokrat dan penasihat Erdogan ketika menjabat perdana menteri, Yusuf Erkel –yang menjadi terkenal di dunia setelah menghajar seorang pengunjuk rasa dengan tendangan kakinya di lokasi bencana pertambangan di Soma bulan April lalu.

Termasuk rangkaian serah terima jabatan presiden adalah kunjungan ke makam bapak Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Di mausoleum Ataturk, Anitkabir, Erdogan meletakkan karangan bunga di makam pelopor sekularisme Turki itu.

Dalam buku khusus Anitkabir, Erdogan menulis “Ataturk tercinta, saya mengambil alih [kepemimpinan] sebagai presiden ke-12 republik ini dan menjadi yang pertama dipilih secara langsung [oleh rakyat]. Setelah kematianmu, ikatan antara kantor kepresidenan dan rakyat melemah. Saya yakin bahwa masa bakti yang saya jalani mulai hari ini akan menjadi alat bagi rakyat untuk merengkuh presidennya dan bagi negara untuk merengkuh bangsanya.”

Abdullah Gul dalam pidato serah terima jabatan itu mengatakan, “Saya merasa terhormat menyerahkan posisi saya kepada Presiden Erdogan, seorang yang telah menjadi teman saya selama 40 tahun. Itu mengapa upacara hari ini memiliki arti khusus,” kata Gul dalam pidatonya yang penuh haru, seraya mengenang perjalanannya mendirikan dan membesarkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bersama Erdogan sejak 14 tahun silam.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Rombongan Pernikahan Yaman Dibom Drone Amerika

Rombongan Pernikahan Yaman Dibom Drone Amerika

Misy’al Mewakili Pengungsi Palestina di Suriah

Misy’al Mewakili Pengungsi Palestina di Suriah

Museum Bibel Umumkan 5 Potongan Dead Sea Scrolls Koleksinya Palsu

Museum Bibel Umumkan 5 Potongan Dead Sea Scrolls Koleksinya Palsu

Diduga Terlibat Skandal Narkoba, Kepala Kepolisian Aljazair Dipecat

Diduga Terlibat Skandal Narkoba, Kepala Kepolisian Aljazair Dipecat

Kelompok Neo-Nazi Combat 18 Dinyatakan Terlarang di Jerman

Kelompok Neo-Nazi Combat 18 Dinyatakan Terlarang di Jerman

Baca Juga

Berita Lainnya