Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Orang Inggris Anggota ISIS/ISIL yang Memenggal Kepala Wartawan Amerika

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond mengakui bahwa pelaku pemenggalan kepala wartawan Amerika dalam video yang dirilis kelompok ISIS/ISIL sepertinya orang Inggris.

Dilansir The Guardian, dalam wawancara dengan BBC Radio 4 pada hari Rabu (20/8/2014) Hammond mengatakan, meskipun analisa lebih jauh perlu dilakukan, pria yang melakukan pemenggalan kepala itu “kelihatannya seorang warga Inggris.”

Pria yang dipenggal kepalanya dalam video itu diketahui sebagai James Foley, seorang warga negara Amerika Serikat yang berprofesi sebagai wartawan foto yang hilang di Suriah pada tahun 2012. Foley bekerja untuk berbagai media dan kantor berita internasional.

Hammond mengatakan bahwa rekaman video itu kelihatan asli dan pemenggal kepalanya bisa jadi orang Inggris, karena laki-laki itu berbicara dengan logat Inggris yang kental.

“Kami sudah sejak lama mengatakan bahwa ada cukup banyak orang Inggris di Suriah, dan semakin bertambah jumlahnya di Iraq,” kata Hammond, seraya menegaskan bahwa hal itu mengancam keamanan dalam negeri Inggris, jika mereka pulang kembali dengan membawa keterampilan yang didapatnya dari kelompok teroris.

Hammond mengatakan Inggris berkomitmen membantu pemerintah Iraq memerangi ISIS/ISIL dan bahwa pemerintah Iraq sudah menyatakan dengan jelas tidak ingin ada pasukan Barat menjejakkan kakinya di negara itu, meskipun Iraq mengharapkan bantuan berupa alat untuk pengawasan berteknologi canggih.

Ketika ditanya apakah Inggris akan mengirimkan tentaranya ke Iraq atau melatih tentara Iraq, Hammond menjawab bahwa hal itu termasuk “sesuatu yang akan dipertimbangkan,” meskipun pelatihan untuk tentara Iraq tidak berarti harus dilakukan di dalam wilayah Iraq sendiri. Seperti halnya ratusan tentara Libya yang pernah mendapatkan pelatihan di Inggris, kata Hammond.

Menteri luar negeri Inggris itu mengatakan ISIS/ISIL merupakan ancaman bagi keamanan dalam negeri, baik jika kelompok itu gagal di Iraq maupun jika berhasil.

“Jika Negara Islam, begitu disebutnya, terwujud di sekitar wilayah Iraq dan Suriah, kelompok itu tidak diragukan lagi akan menggunakannya sebagai basis untuk melancarkan serangan-serangan ke negara Barat. Tidak diragukan lagi mereka akan mengirim anggotanya untuk melancarkan serangan dengan target Barat,” kata Hammond.

“Demikian pula jika kelompok itu dipukul mundur, sebagian dari orang-orang itu akan kembali ke negara asal mereka, tidak hanya ke Inggris, tetapi juga ke seluruh negara Eropa, Australia, AS, negara-negara Arab lainnya. Kita akan melihat orang-orang itu kembali dan berpotensi melakukan serangan untuk kepentingan mereka di negeri-negeri kita sendiri,” imbuhnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pelaku Pedofil Ternyata  Bebas di Gereja Katolik Roma

Pelaku Pedofil Ternyata Bebas di Gereja Katolik Roma

Muhajirin Rohingya Cemas Ada Operasi Kekerasan setelah Kudeta Myanmar

Muhajirin Rohingya Cemas Ada Operasi Kekerasan setelah Kudeta Myanmar

Arab Saudi Tuan Rumah Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas

Arab Saudi Tuan Rumah Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas

Aramco Diserang untuk Menghancurkan Ekonomi Saudi

Aramco Diserang untuk Menghancurkan Ekonomi Saudi

Ingin Pulang Mulus Dari Saudi, 26 WNI Nekat Gunakan Parpor Orang Lain

Ingin Pulang Mulus Dari Saudi, 26 WNI Nekat Gunakan Parpor Orang Lain

Baca Juga

Berita Lainnya