Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Tak ada Lagi Sekolah Islam di Rohingya

TurkishPress
"Semua lembaga pendidikan agama Islam ditutup," bunyi sebuah laporan pada bulan Juli lalu
Bagikan:

Hidayatullah.com–Setelah amuk massa 2012, sekolah-sekolah Islam dilarang di Sittwe, dan hanya satu sekolah yang ditunjuk pemerintah yang diijinkan dan itu tidak bisa memenuhi kebutuhan ribuan siswa dengan sedikit guru.

“Kami tidak memiliki cukup ruang dan meja,” kata Zaw Zaw, seorang guru di sekolah itu dikutip Anadolu Agency (AA).

“Sangat sulit untuk mengajar, ” tambahnya.

Menurut kelompok the Arakan Project Advocacy, para pemuda dan anak-anak Rohingya di daerah terpencil di ujung utara Rakhine “memiliki sedikit hingga sama sekali  tidak punya akses pendidikan” setelah setelah aksi kekerasan 2012 itu.

“Semua lembaga pendidikan agama Islam ditutup,” bunyi sebuah laporan pada bulan Juli lalu yang dibuat kelompok itu, “bahkan maktab-maktab, di mana anak-anak belajar prinsip-prinsip dasar Islam juga ditutup.”

Dengan banyak tantangan yang dihadapi orang tua mereka, yang dipecat dari pekerjaan atau hanya bisa terbaring di tempat tidur, membuat anak-anak Muslim Rohingya menjadi pencari nafkah keluarga.

Digambarkan oleh PBB sebagai salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia, Muslim Rohingya menghadapi serangkaian diskriminasi di tanah air mereka sendiri.

Hak kewarganegaraan mereka telah ditolak sejak amandemen terhadap undang-undang kewarganegaraan tahun 1982 dan mereka diperlakukan sebagai imigran ilegal di rumah mereka sendiri.

Pemerintah Burma serta mayoritas Buddha menolak untuk mengakui istilah “Rohingya”, dan menyebut mereka sebagai “orang Bengali”.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pasukan keamanan Burma membunuh, memperkosa dan menangkap warga Rohingya setelah aksi kekerasan sektarian tahun lalu.

Ratusan ribu Muslim telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di Burma barat sejak Juni setelah serangan dari massa Buddha di daerah mereka.

Menurut PBB, aksi kekerasan itu telah membuat hampir 29.000 orang menjadi pengungsi, lebih dari 97 persen di antara mereka adalah Muslim Rohingya.*

Rep: Abdullah al-Mustofa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PM Benkirane Pimpin Rakyat Maroko Dukung Palestina

PM Benkirane Pimpin Rakyat Maroko Dukung Palestina

Jerman Ikut Deklarasikan Kesepakatan Standar Internasional Penggunaan Drone Militer

Jerman Ikut Deklarasikan Kesepakatan Standar Internasional Penggunaan Drone Militer

Mesir Pilpres, Zionis Tidak Bisa Tidur

Mesir Pilpres, Zionis Tidak Bisa Tidur

Lebih dari 1.000 Pendemo Ditangkap setelah Demonstrasi

Lebih dari 1.000 Pendemo Ditangkap setelah Demonstrasi

Eks Menteri Pertahanan Jadi Presiden Interim Mali

Eks Menteri Pertahanan Jadi Presiden Interim Mali

Baca Juga

Berita Lainnya