Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menolak Tuntutan Mundur, PM Nuri Al-Maliki Kerahkan Pasukan di Baghdad

Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana menteri Syiah Iraq dukungan Amerika Serikat Nuri Al-Maliki menolak seruan mundur sebagai perdana menteri dengan mengerahkan pasukan loyalisnya di ibukota Baghdad.

Maliki menolak seruan yang memintanya membatalkan keinginan menjadi perdana menteri untuk periode ketiga kalinya.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi, Maliki mengkritik presiden Iraq karena tidak meminta dirinya untuk membentuk pemerintahan, meskipun koalisinya memenangi pemilihan legislatif bulan April lalu dan mendapatkan banyak kursi.

“Hari ini saya akan mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Federal menggugat presiden republik ini karena melakukan pelanggaran konstitusi secara terang-terangan demi tujuan politik dan mengutamakan kepentingan-kepentingan sempit dibanding kepentingan rakyat Iraq,” kata Maliki dilansir Euronews Senin (11/8/2014).

Maliki memiliki pendukung dari kalangan Syiah, tetapi dia dikecam oleh orang-orang Muslim (Sunni), Kurdi dan juga sebagian negara Barat karena tidak membentuk pemerintahan inklusif sejak Saddam Hussein digulingkan.

Usai menangkap Saddam Hussein, Amerika Serikat menyerahkannya kepada oposisi Iraq yang terdiri dari kalangan Syiah. Kemudian Amerika menaikkan Maliki sebagai perdana menteri melalui proses pemilu rekayasa. Sejak itu Maliki memerintah dengan tangan besi. Secara bertahap lawan-lawan politiknya dari kalangan Muslim dibabat satu persatu bahkan dijatuhi dakwaan palsu agar diburu, dikejar dan boleh dibunuh oleh aparat Iraq. Wakil presiden Iraq Tariq Al-Hashimi, yang kini menyelamatkan diri ke luar negeri, termasuk daftar politisi Muslim yang diburu dan boleh dibunuh atas perintah Maliki.

Pemerintahan sektarian yang dijalankan Maliki dinilai para analis dan sejumlah negara sebagai penyebab semakin kacau-balaunya kondisi di Iraq saat ini, dan mengakibatkan gerakan perlawanan bersenjata di kalangan rakyat seperti apa yang dilakukan oleh kelompok ISIS/ISIL.

Pemerintahan Perdana Menteri Nuri Al-Maliki mendapat dukungan dari sekutu Syiahnya di Iran dan Suriah, serta Hizbullah, organisasi teroris Syiah asal Libanon.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Suriah Terima Penyelidik Senjata Kimia PBB

Suriah Terima Penyelidik Senjata Kimia PBB

Daripada Nganggur Pria Inggris Kerja sebagai Sekretaris

Daripada Nganggur Pria Inggris Kerja sebagai Sekretaris

Syeikh  Salman Audah: Kemenangan Palestina Butuh Proses

Syeikh Salman Audah: Kemenangan Palestina Butuh Proses

Rabithah Ulama Ingatkan Bahaya Konspirasi Global Syi’ah Shafawiyah

Rabithah Ulama Ingatkan Bahaya Konspirasi Global Syi’ah Shafawiyah

Pelaku Penembakan Masjid Norwegia Dikenai Dakwaan Terorisme

Pelaku Penembakan Masjid Norwegia Dikenai Dakwaan Terorisme

Baca Juga

Berita Lainnya