Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Meski Ada Perang, Ribuan Pekerja Filipina Bertahan di Libya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Hanya sebagian kecil dari sekitar 13.000 warga Filipina yang menyatakan ingin meninggalkan Libya meskipun pemerintah Manila berupaya mengevakuasi warganya menyusul konflik bersenjata yang semakin memanas di Libya, kata Menteri Luar Negeri Albert de Rosario hari Ahad (3/8/2014).

Del Rosario mengatakan hanya 1.700 warga Filipina yang mendaftarkan diri untuk dipulangkan dari kota-kota Libya seperti Benghazi, Misrata dan ibukota Tripoli, setelah Manila mengumumkan evakuasi wajib bagi warganya dari negara di Afrika Utara itu.

Filipina sudah menyewa kapal untuk mengangkut warganya pekan ini dari Libya ke Malta, di mana kemudian mereka akan dipulangkan lewat udara.

Sekitar 160 orang warga Filipina sudah menyelamatkan diri lewat darat ke Tunisia, termasuk 50 pekerja yang sempat terkatung-katung ketika pintu perbatasan ditutup oleh pihak berwenang pada Jumat malam lalu akibat bentrokan senjata kata Del Dosario.

“Saya tidak yakin kami dapat memulangkan walau hanya 50% saja,” kata Del Rosario kepada Associated Press setelah pulang dari Tunisia dalam rangka membantu evakuasi warga Filipina dari Libya. “Mereka sangat ketakutan tetapi mereka khawatir dengan pekerjaannya.”

Presiden Benigno Aquino III menugaskan Del Rosario ke Tunisia dengan perintah untuk mengevakuasi warga Filipina dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal. Tetapi Del Rosario mengatakan banyak di antara mereka yang tetap ingin bertahan meskipun bahaya mengancam.

“Saya diberitahu bahwa jika seseorang keluar dari rumahnya maka uang dan telepon genggam mereka akan dirampas. Itu yang menakutkan. Kelihatannya tidak ada yang berwenang. Tidak ada pasukan kepolisian, jadi jika Anda dalam kesulitan Anda sendirian,” kata Del Rosario.

Filipina merupakan salah satu negara pengekspor tenaga kerja di dunia. Sekitar sepersepuluh dari 100 juta warganya bekerja di luar negeri dan mendatangkan devisa bagi negaranya lewat uang yang mereka kirimkan untuk keluarganya di kampung halaman. Pekerja kesehatan di Libya bahkan sebagian besar berasal dari Filipina, sehingga jika mereka hengkang maka bisa dipastikan pelayanan di rumah-rumah sakit di seluruh penjuru negeri akan terganggu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Partai An-Nur Minta Mursy Buktikan Tuduhan Korupsi Anggotanya

Partai An-Nur Minta Mursy Buktikan Tuduhan Korupsi Anggotanya

Gereja Katolik AS Beri Kompensasi 120 Juta Dolar pada Korban Pelecehan Seks

Gereja Katolik AS Beri Kompensasi 120 Juta Dolar pada Korban Pelecehan Seks

Wapres Ancam Tarik Dubes Bila Tak Mampu Lindungi WNI

Wapres Ancam Tarik Dubes Bila Tak Mampu Lindungi WNI

Zionis-Israel Legalkan UU “Penggusuran”

Zionis-Israel Legalkan UU “Penggusuran”

Kotak Hitam MH17 Diserahkan ke Malaysia, Mayat Korban Dipindah ke Kharkiv

Kotak Hitam MH17 Diserahkan ke Malaysia, Mayat Korban Dipindah ke Kharkiv

Baca Juga

Berita Lainnya