Dompet Dakwah Media

Ebola Mengancam Amerika, 2 Pekerja Medisnya Dipulangkan dari Liberia

Ebola Mengancam Amerika, 2 Pekerja Medisnya Dipulangkan dari Liberia
Pekerja medis misionaris Kristen Samaritan's Purse yang tertular virus Ebola.

Terkait

Hidayatullah.com–Evakuasi dua pekerja medis Amerika Serikat yang terinfeksi virus Ebola di Liberia sedang dilakukan, kata organisasi yang menugaskan mereka.

Dr Kent Brantly dan Nancy Writebol berada dalam kondisi serius, kata Samaritan’s Purse dilansir BBC (1/8/2014).

Pejabat kesehatan AS telah mengkonfirmasi bahwa sebuah rumah sakit di Atlanta nantinya akan merawat sedikitnya salah satu dari keduanya. Pasien akan diterbangkan ke AS beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan di bangsal berpenjagaan ketat di Emory University Hospital.

Barbara Reynolds jurubicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, lembaganya bekerjasama dengan departemen luar negeri untuk memulangkan warga AS yang terinfeksi virus Ebola itu.

Reynolds mengatakan sepengetahuannya selama ini belum pernah ada pasien Ebola yang dirawat di Amerika Serikat.

Namun, Emory mengatakan rumah sakitnya memiliki fasilitas isolasi khusus untuk menangani pasien yang terinfeksi virus semacam Ebola.

Dr Bruce Ribner dari Emory dalam konferensi pers kepada wartawan mengatakan angka kematian pasien Ebola di Amerika akan lebih rendah dibanding Afrika, sebab Amerika memiliki fasilitas medis yang lebih baik dibanding apa yang ada di Afrika. Dan mengutip keterangan petugas medis yang pernah menangani pasien Ebola, Ribner mengatakan bahwa pasien kemungkinan bisa tertolong nyawanya apabila fasilitas perawatan yang ada memadai.

Menurut Ribner, perawatan yang diberikan kepada pasien yang terkena infeksi berat lebih pada mempertahankan masa hidup pasien lebih lama dengan berbagai peralatan yang ada guna memberikan kesempatan kepada tubuh pasien untuk pulih dan berhasil mengendalikan virus yang bercokol di dalamnya. Jadi keberhasilan perawatannya tergantung kepada daya tahan tubuh pasien itu sendiri.

Virus Ebola menyebar lewat cairan tubuh penderita. Gejala yang muncul pada orang yang sudah terinfeksi virus mematikan itu antara lain seperti flu, pendarahan luar dari mata dan gusi, pendarahan dalam yang mengakibatkan gagal organ. Ebola membunuh 90% orang yang terinfeksi virusnya.

Dalam pernyataannya Samaritan’s Purse mengatakan dua staf mereka yang terinfeksi Ebola itu masih berada di Liberia sampai hari Jumat, tetapi evakuasi mereka sedang dilakukan dan harus tuntas awal pekan depan.

Organisasi itu juga mengevakuasi 60 staf non-esensial yang sehat ke Amerika.

Dalam pernyataan sebelumnya, Samaritan’s Purse mengatakan Dr Brantly ditawarkan untuk mendapatkan suntikan serum percobaan, yang menggunakan darah seorang bocah yang berhasil diselamatkannya. Namun dia menolak dan memberikan serum itu kepada Nancy Writebol.

Sementara itu National Institutes of Health di Amerika Serikat mengatakan pihaknya akan mulai mengujicobakan vaksi Ebola mulai September mendatang.

Otoritas kesehatan AS memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Guinea, Liberia dan Sierra Leone, sebab di negara-negara itu sedang terjadi wabah Ebola, dan tambahan 50 spesialis asal Amerika sedang dikirim ke sana.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !