Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Internasional

Seorang Komandan Hizbullah Tewas di Iraq

Kelompok Hizbullah melakukan pawai mendukung rezim Bashar Al-Assad.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang komandan Hizbullah terbunuh dalam pertempuran melawan kelompok Muslim di Iraq.

Sumber-sumber di Libanon hari Kamis (31/7/2014) mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa komandan Hizbullah Ibrahim Al-Hajj terbunuh dalam pertempuran di Tal Afar dekat Mosul, sebuah kota di utara Iraq yang dikuasai ISIL/ISIS.

Hajj, yang disebut sebagai pelatih teknis, dikubur di desa Qilya di Lembah Bekaa hari Rabu, kata seorang pejabat Hizbullah kepada Aljazeera biro Beirut. Gambar dan video prosesi pemakamannya diunggah ke media sosial.
Stasiun televisi Syiah Hizbullah, Al-Manar TV, menyebut Hajj sebagai “komandan” yang meninggal saat “melaksanakan kewajiban jihad.”

Aljazeera Beirut melaporkan peti mati Hajj datang bersama dengan sebuah peti mati lain di bandara internasional Beirut pada hari Selasa. Identitas tentang jenazah satunya tidak diketahui.

Juli 2006 Hajj termasuk dalam anggota Hizbullah yang menyusup ke Israel, menculik dua prajurit Israel dan membawa mereka ke Libanon, kata pejabat keamanan Libanon kepada Associated Press.

Hizbullah, organisasi teroris Syiah asal Libanon dukungan Iran, sebelumnya mengatakan bahwa penasihatnya memberikan bimbingan kepada pasukan Syiah di daerah konflik di Iraq.

Seorang komandan Hizbullah yang ikut bertempur bersama tentara rezim Suriah di daerah perbatasan mengatakan kepada koran Uni Emirat Arab The National bahwa saudara iparnya itu merupakan salah satu anggota Hizbullah yang dikirim ke Baghdad dan Samarra untuk mengamat-amati pergerakan ISIS/ISIL.

“Kami (Hizbullah) sudah berada di sana sejak lama, tentu saja, tetapi peningkatannya untuk tujuan yang jelas,” kata orang tersebut.

Hizbullah menerjukan pasukannya di Suriah untuk membantu rezim Presiden Bashar Al-Assad melawan pasukan oposisi.

Hizbullah mengatakan kehadirannya di Suriah untuk “memerangi para pemberontak Muslim (Sunni).”

Assad, seorang penganut Syiah Alawi, adalah sekutu dekat negara Syiah Iran. Teheran sendiri sejak lama memiliki hubungan erat dengan para politisi Syiah di Iraq.

Kelompok bersejata Syiah Hizbullah dibentuk dengan bantuan Iran di awal tahun 1980an dalam rangka mendesak keluar pasukan Zionis yang menyerbu wilayah selatan Libanon dan bercokol di sana hingga tahun 2000.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

PBB: Serangan Udara Prancis di Mali Menewaskan Warga Sipil

PBB: Serangan Udara Prancis di Mali Menewaskan Warga Sipil

Belgia Terapkan Larangan Burqa Pekan Depan

Belgia Terapkan Larangan Burqa Pekan Depan

Mesir Kirim Tentaranya Bela Rezim Bashar Melawan Israel

Mesir Kirim Tentaranya Bela Rezim Bashar Melawan Israel

Hamas: “Bush Berupaya Ciptakan Perang di Palestina”

Hamas: “Bush Berupaya Ciptakan Perang di Palestina”

Tentara AS Bunuh Wartawan Afghanistan

Tentara AS Bunuh Wartawan Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya