Senin, 20 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Internasional

Menunya Banyak Lemak, Lembaga Konsumen Rusia Gugat McDonald’s

Bagikan:

Hidayatullah.com—Jaringan warung makan asal Amerika Serikat Mcdonald’s terancam tidak dapat menjual menu makanan andalannya setelah lembaga perlindungan konsumen Rusia menyeretnya ke pengadilan.

Dilansir The Gurdian, hari Jumat (25/7/2014) lembaga perlindungan kosumen Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan pihaknya memperkarakan McDonald’s ke pangadilan karena menjual makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat melebihi batas yang dibolehkan oleh peraturan di negara itu.

Rospotrebnadzor mengatakan dalam situsnya bahwa lembaganya membawa kasus itu ke pengadilan setelah melakukan pemeriksaan atas dua gerai McDonald’s di Novgorod.

Dalam pernyataan Rospotrebnadzor disebutkan, sebagian makanan yang dihidangkan McDonald’s terkontaminasi mikroba. Sementara beberapa jenis makanan mengandung kalori 2-3 kali lebih tinggi dari ketentuan nasional.

Produk-produk McDonald’s yang dinilai tidak mencantumkan kandungan nutrisi dengan benar antara lain cheeseburger, Royal Cheeseburger, fish sandwich dan sejumlah jenis milkshakes.

Dalam gugatannya Rospotrebnadzor meminta agar penjualan produk-produk McDonald’s yang melanggar peraturan dinyatakan ilegal dan dua gerai McDonald’s di Novgorod didenda 70.000 rubel (sekitar 23 juta rupiah).

Ketika membuka gerai pertamanya di Uni Soviet tahun 1990, pelanggan harus antri berjam-jam untuk mencicipi menunya. Setelah Uni Soviet bubar tahun 1991, jaringan warung makan Amerika dan Eropa lainnya ikut membuka cabang di kawasan itu. Mall-mall di Rusia saat ini memiliki pusat jajanan yang identik dengan warung makan ala Amerika.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Menentang Kudeta Militer, 125.000 Guru Myanmar Diberhentikan

Menentang Kudeta Militer, 125.000 Guru Myanmar Diberhentikan

Khalid Misy’al Temui Aktivis Pro-Palestina di Afrika Selatan

Khalid Misy’al Temui Aktivis Pro-Palestina di Afrika Selatan

Permohonan Mundur Dikabulkan Raja Malaysia, Mahathir Kini Berstatus PM Sementara

Permohonan Mundur Dikabulkan Raja Malaysia, Mahathir Kini Berstatus PM Sementara

Bunuh 77 Orang Anders Breivik Minta Medali

Bunuh 77 Orang Anders Breivik Minta Medali

Taliban Serang Basis Militer, Tujuh Serdadu AS Tewas

Taliban Serang Basis Militer, Tujuh Serdadu AS Tewas

Baca Juga

Berita Lainnya