Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jatuh di Mali 116 Penumpang dan Kru Pesawat Air Algerie Meninggal

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kantor kepresidenan Prancis mengumumkan bahwa pesawat Air Algerie yang jatuh sudah ditemukan di Mali.

Pesawat membawa 116 orang penumpang dan kru yang semuanya tewas. Lebih dari 50 penumpang berkewarganegaraan Prancis dan 6 kru berasal dari Spanyol.

Pesawat AH5017 tersebut milik maskapai penerbangan Spanyol, SwiftAir, yang disewakan ke maskapai penerbangan Aljazair, Air Algerie.

Banyak reporter berkerumum di luar kantor pusat SwiftAir di Madrid, Spanyol, tetapi pihak perusahaan menolak untuk berbicara ke media sejak kecelakaan terjadi, lansir Euronews Jumat (25/7/2014).

“Tim kami menemukan pesawat itu di lokasi, dan malangnya tim tersebut juga menemukan mayat-mayat,” Jenderal Gilbert Diendere dari tim tanggapdarurat Burkina Faso.

“Kami tidak dapat melakukan evaluasi keadaan di darat karena malam telah tiba, tetapi tim telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah melihat sisa-sisa pesawat yang terbakar total dan berceceran dia tanah,” imbuh Diendere.

Bangkai pesawat ditemukan di daerah antara Gossi dan perbatasan Burkina Faso.

Pesawat ketika itu dalam perjalanan menuju Algiers, ibukota Aljazair.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius ditanya apakah dia mencurigai kecelakaan itu diakibatkan oleh serangan teroris. Dia menjawb bahwa penyebab jatuhnya pesawat kemungkinan karena cuaca buruk, tetapi belum ditetapkan kepastiannya.

Kecelakaan tersebut terjadi hanya sepekan setelah pesawat Malaysia Airlines jatuh ditembak misil di Ukraina sehingga menewaskan 298 orang,dan sebuah pesawat TransAsia Airlines jatuh tak jauh dari Taiwan saat terjadi badai petir hari Rabu lalu.

Petugas penerbangan regional mengatakan mereka kehilangan kontak dengan AH5017 sekitar pukul 01:55 GMT pada hari Kamis (24/7/2014) kurang dari satu jam setelah tinggal landas, setelah pilot meminta izin untuk mengubah arah karena cuaca buruk.

Dua pesawat tempur Mirage milik Prancis dan helikopter-helikopter Perserikatan Bangsa-Bangsa terbang selama berjam-jam untuk mencari pesawat McDonnell Douglas MD83 itu di pedalaman utara Mali, kawasan di mana banyak bertebaran kelompok bersenjata Muslim dan kelompok bersenjata dari suku Tuareg, lansir Reuters.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

5 Maskapai Penerbangan Internasional Ajukan Izin ke Saudi untuk Penerbangan ke Tel Aviv

5 Maskapai Penerbangan Internasional Ajukan Izin ke Saudi untuk Penerbangan ke Tel Aviv

Muslim Myanmar Berjuang untuk Menghindari Parlemen tanpa Muslim

Muslim Myanmar Berjuang untuk Menghindari Parlemen tanpa Muslim

Iran Diguncang Gempa Puluhan Desa Hancur

Iran Diguncang Gempa Puluhan Desa Hancur

250 Ribu Warga Sipil Kembali ke  Mosul

250 Ribu Warga Sipil Kembali ke Mosul

Pasukan Iraq Akan Kepung Kota Tua, Mosul

Pasukan Iraq Akan Kepung Kota Tua, Mosul

Baca Juga

Berita Lainnya