Singapura Larang Iklan PRT yang Merendahkan Martabat

Singapura Larang Iklan PRT yang Merendahkan Martabat

Terkait

Hidayatullah.com—Singapura memperingatkan perusahaan-perusahaan penyalur pembantu rumah tangga agar tidak membuat iklan yang merendahkan martabat pembantu.

Kebijakan itu menyusul laporan kelompok-kelompok peduli HAM yang mengatakan bahwa PRT dipasarkan seperti barang komoditi.

Dalam surat edarannya yang dikirim ke para penyalur PRT Kementerian Sumber Daya Manusia mengatakan prihatin dengan iklan-iklan yang menggambarkan tentang PRT dan bagaimana mereka dipajang di pusat-pusat perbelanjaan.

“Iklan yang menekankan pada biaya murah, harga promosi, dan/atau diskon memberikan kesan bahwa PRT asing dipasarkan sebagai barang dagangan,” kata kementerian dalam suratnyadikutip AFP (17/7/2014).

Kementerian juga memperingatkan bahwa pihaknya berwenang untuk mencabut izin usaha bagi yang melanggar peraturan tersebut.

Kementerian mendesak para penyalur PRT agar tidak menyuruh para pembantu duduk di depan toko agar bisa diperiksa oleh calon majikan, karena itu memperkuat kesan bahwa mereka adalah barang yang bisa dicoba atau diperdagangkan.

Stasiun televisi Aljazeera pada bulan Juni lalu pernah melaporkan tentag PRT yang dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan, di mana mereka bergantian mendorong temannya yang berakting di kursi roda seolah sedang merawat manula. Sementara lainnya berpura-pura sedang mendorong boneka bayi di kereta atau menyetrika pakaian di ruang tengah tiruan.

Lebih dari 210.000 perempuan asal Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Myanmar dan India bekerja sebagai PRT di Singapura.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !