Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Kepolisian Paris Larang Unjuk Rasa Pro-Palestina

Unjuk rasa pro-Palestina di Paris Juli 2014, menuntut agar sanksi segera dijatuhkan atas Israel.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kepolisian Paris hari Jumat (18/7/2014) melarang unjuk rasa pro-Palestina yang akan digelar di ibukota Prancis pada hari Sabtu ini dengan alasan keamanan.

Penyelenggara demonstrasi mengatakan bahwa mereka akan menggugat keputusan yang dibuat oleh Kepolisian Paris tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan kebijakan larangan unjuk rasa pro-Palestina itu bisa dibenarkan, setelah terjadi bentrokan pada unjuk rasa serupa akhir pekan lalu, lansir France24.

Awal pekan ini, sekitar 50 organisasi partai politik, serikat dan kelompok-kelompok aktivis menyerukan unjuk rasa di seluruh wilayah Prancis guna menuntut segera diakhirinya serangan Zionis Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah merenggut nyawa lebih dari 260 orang dan menuntut dijatuhkannya sanksi atas negara Yahudi Israel.

Pada hari Ahad lalu, sebuah demonstrasi di Paris yang diikuti oleh beberapa ribu orang berubah menjadi bentrokan saat sejumlah pengunjuk rasa terlibat baku hantam dengan polisi, dan sekelompok kecil berusaha menyerbu dua sinagog yang terletak di pusat kota.

Dalam peristiwa itu beberapa orang ditangkap, baik dari kelompok pro-Palestina maupun anggota Jewish Defence League, sebuah kelompok yang dianggap sebagai “kelompok teroris sayap kanan” oleh FBI.

Menyusul kejadian itu, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan dia tidak ingin melihat konflik Israel-Palestina “diimpor ke dalam negara Prancis” dan bahwa serangan ke rumah ibadah apapun tidak dapat ditoleransi.

Setelah itu tokoh-tokoh Muslim dan Yahudi di Prancis menyeru agar masyarakatnya tenang, sementara Cazeneuve mengeluarkan perintah agar polisi di seluruh Prancis melindungi tempat-tempat ibadah dari serangan yang mungkin terjadi.

Prancis, sebagaimana negara-negara Barat pada umumnya, merupakan negara yang cenderung berpihak kepada kepentingan Zionis Yahudi.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

NZ Impor Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung White Island

NZ Impor Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung White Island

Layanan Paripurna untuk Jamaah Umrah

Layanan Paripurna untuk Jamaah Umrah

Eks Sekjen PBB Kofi Annan Wafat di Usia 80 Tahun

Eks Sekjen PBB Kofi Annan Wafat di Usia 80 Tahun

Akhir Sidang OKI Hasilkan 169 Resolusi

Akhir Sidang OKI Hasilkan 169 Resolusi

Amerika Serikat Setujui Bantuan Militer untuk Israel Terbesar dalam Sejarah

Amerika Serikat Setujui Bantuan Militer untuk Israel Terbesar dalam Sejarah

Baca Juga

Berita Lainnya