Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jangan Beli “Kurma Rasa Penjajah”

www.checkthelabel.org.uk
Bagikan:

Hidayatullah.com–Selama Ramadhan, penjajah zionis ‘Israel’ mengimpor berton-ton kurma ke Eropa dan Amerika Utara. Penjajah mengeruk keuntungan ratusan juta dolar dari penjualan kurma yang ditanam di lahan Palestina terjajah di Lembah Yordan. Lahan tersebut merupakan milik keluarga Palestina yang kini hidup dalam kemiskinan, sementara penjajah merampok hasil tanah tersebut. Sekitar 60 persen kurma yang dijual penjajah ditanam di lahan Palestina yang mereka jajah.

Bagi ummat Islam, Ramadhan adalah waktu untuk mengingat mereka yang kurang beruntung. Ini adalah saat untuk merenung dan memperbaiki iman. Dengan demikian, membeli kurma yang membantu meneruskan penindasan akan bertentangan dengan semangat yang dikandung bulan Ramadhan.

Setiap tahun, penjajah mengekspor kurma senilai jutaan poundsterling ke seluruh dunia, yang tanpa sadar banyak dikonsumsikaum Muslim untuk berbuka puasa. Padahal dengan membeli kurma tersebut, Muslim telah membantu penjajah meneruskan penindasan terhadap rakyat Palestina. Oleh karena itu, kampanye “Cek Label” yang menginformasikan kepada Muslim di seluruh dunia untuk tidak membeli “kurma rasa penjajahan” ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Info lebih lengkap mengenai kampanye ini bisa dilihat di: www.checkthelabel.org.uk */IMEMC|Sahabat Al-Aqsha

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Korban Meninggal Gelombang Panas di Pakistan Hampir 800 Orang

Korban Meninggal Gelombang Panas di Pakistan Hampir 800 Orang

Prancis Bingung Menempatkan Islam di Tengah Masyarakat

Prancis Bingung Menempatkan Islam di Tengah Masyarakat

Pameran Buku Internasional Kairo Digelar 22 Januari

Pameran Buku Internasional Kairo Digelar 22 Januari

Presiden Mesir Terima Pengunduran Diri PM Ibrahim Mahlab

Presiden Mesir Terima Pengunduran Diri PM Ibrahim Mahlab

Presiden Bouteflika Ada di Swiss, Ratusan Orang Ditangkap Menuntut Perubahan Rezim

Presiden Bouteflika Ada di Swiss, Ratusan Orang Ditangkap Menuntut Perubahan Rezim

Baca Juga

Berita Lainnya