Senin, 24 Januari 2022 / 20 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

OKI Prihatin Atas Kekerasan terhadap Muslim Sri Lanka

AP
[File foto] Penduduk muslim di Aluthgama mencari tempat yang aman akibat kekerasan yang disulut biksu ekstremis Sri Lanka.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan keprihatinan serius pada insiden kekerasan baru oleh kelompok ekstremis terhadap Muslim di kota-kota Aluthgama, Beruwala, dan Draga Nagar di Sri Lanka.

Dalam pernyataan tertulisnya, sebagaimana diberitakan Arab News, Rabu (18/6/2014), Iyad Madani mengatakan, peristiwa yang menyebabkan beberapa korban jiwa tewas dan puluhan luka-luka, serta serangan terhadap rumah-rumah, tempat-tempat bisnis, dan masjid itu sangat disesalkan.

Dia menyebutkan, komunitas Muslim di Sri Lanka telah lama menjadi bagian di negeri itu dan secara tradisi hidup damai dan harmoni dengan tetangga-tetangga mereka.

“Komunitas Muslim merupakan komunitas penting dan aktif berkontribusi terhadap kehidupan budaya dan ekonomi Sri Lanka secara keseluruhan. Serangan baru-baru ini, yang muncul dan trennya terus naik, dihasut oleh ekstrimis yang menyebarkan ketakutan dan ketidakpercayaan di kalangan penduduk,” katanya.

Dengan mengimbau agar kondisinya kembali tenang dan ada hubungan damai antar-masyarakat, Madani mendesak pihak berwenang menegakkan aturan hukum, menyelidiki insiden, dan membawa para pelaku ke pengadilan.

Sekjen OKI menyatakan harapan kepada pemerintah Sri Lanka untuk melakukan segala upaya mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut.

Atas kekerasan yang dialami oleh masyarakat Muslim Sri Lanka, Ahamed, warga Muslim Sri Lanka menyampaikan keluhannya. “Kita hidup dalam ketidakpastian hanya karena kita adalah Muslim. Sebagian besar toko-toko di Aluthgama milik Muslim sehingga mereka mencoba untuk membakarnya habis. Rumah dibakar juga,” kata Ahamed, manajer perusahaan farmasi Acme Laboratory.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pembantu Dekat Blair Mundur

Pembantu Dekat Blair Mundur

Hampir 6.000 Orang Rohingya Masuk ke Thailand

Hampir 6.000 Orang Rohingya Masuk ke Thailand

Gara-gara Twitter, Pengusaha Mesir Didakwa Hina Islam

Gara-gara Twitter, Pengusaha Mesir Didakwa Hina Islam

Senat AS Kaget Gambar Penyiksaan Terbaru

Senat AS Kaget Gambar Penyiksaan Terbaru

Palang Merah: Ribuan Migran dan Pengungsi Terkatung-Katung di Bosnia

Palang Merah: Ribuan Migran dan Pengungsi Terkatung-Katung di Bosnia

Baca Juga

Berita Lainnya