Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Sediakan Tempat Ibadah Sekolah Turki Dapat Poin untuk Naik Peringkat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kementerian Pendidikan Turki memutuskan untuk memeringkat sekolah-sekolah swasta ke dalam empat kategori, yang masing-masing ditentukan oleh jumlah poin yang terkumpul lewat berbagai pencapaian.

Dilansir Hurriyet (9/6/2014), keputusan baru itu diambil setelah kementerian berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Sayistay –institusi audit tertinggi di Turki.

Sekolah-sekolah akan diberikan sertifikat sesuai hasil penilaian: A, B, C atau D. Di antara faktor yang dinilai adalah fasilitas fisik standar, manajemen, struktur organisasi, prosedur pendidikan dan layanan pendukung yang diberikan.

Kementerian Pendidikan dan gubernur provinsi akan menunjuk 2 inspektor untuk ditempatkan dalam sebuah tim beranggotakan 3 orang, yang mana orang ketiga merupakan wakil dari asosiasi di mana sekolah swasta itu menjadi anggotanya.

Tim tersebut akan bertugas menilai sekolah dalam waktu 30 hari. Para siswa dan orangtua atau walinya dapat mengetahui peringkat sekolah lewat internet. Untuk memperbaiki peringkatnya, sekolah bisa mengajukan permohonan tiga bulan kemudian.

Di antara faktor yang dapat menambah poin sekolah adalah ketersediaan fasilitas fisik, seperti perpustakaan dan ruang pertemuan yang masing-masing bernilai 50 poin. Untuk ketersediaan laboratorium fisika, kimia dan biologi sekolah akan mendapat masing-masing 20 poin.

Sekolah masih dapat menambah 20 poin lagi dengan menyediakan ruang ibadah.

Masalah ketersediaan ruang ibadah di sekolah sempat menimbulkan kehebohan setelah pada tahun 2008 beberapa siswa dari sebuah sekolah di kota Adana, Turki selatan, melaksanakan shalat di atap gedung sekolah menengah mereka.

Peringkat A akan diberikan kepada sekolah yang memiliki poin 850-1000, sedangkan sekolah dengan poin kurang dari 500 mendapat peringkat D.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pengguna WeChat di AS: Larangan Akses Melanggar Kebebasan Beragama dan Hak Konstitusional

Pengguna WeChat di AS: Larangan Akses Melanggar Kebebasan Beragama dan Hak Konstitusional

Muslimin AS Kecewa Pilih Bush

Muslimin AS Kecewa Pilih Bush

Gadis Turki, Tinggal di Eropa Lalu Melepas Jilbabnya

Gadis Turki, Tinggal di Eropa Lalu Melepas Jilbabnya

Cendekiawan Muslim Terkemuka, Syeikh Suleiman Dweesh Meninggal di Penjara Saudi

Cendekiawan Muslim Terkemuka, Syeikh Suleiman Dweesh Meninggal di Penjara Saudi

Ethiopia Mendakwa 2.000 Orang Terkait Kerusuhan dan Kematian Musisi Hachalu

Ethiopia Mendakwa 2.000 Orang Terkait Kerusuhan dan Kematian Musisi Hachalu

Baca Juga

Berita Lainnya