Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Media Iran Perangi Wanita Penggagas Gerakan Lepas Jilbab

Kampanye gerakan lepas jilbab wanita Iran.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kelompok-kelompok garis keras Iran menggunakan media pemerintah untuk melancarkan serangan terhadap seorang wanita Iran yang memprakarsai gerakan lepas jilbab di Facebook.

Dilansir Al-Arabiya (5/6/2014), stasiun televisi pemerintah Iran mengklaim dalam laporannya belum lama ini bahwa Masih Alinejad, pembuat laman di Facebook bernama “Stealthy Freedoms of Iranian Women”, diperkosa di London –tempatnya menetap saat ini– setelah menggunakan narkoba dan melepas pakaiannya di depan publik.

Pemerkosaan itu dilakukan di London Underground, stasiun kereta bawah tanah, oleh tiga orang pria dengan disaksikan putra Alinejad, kata media Iran itu.

Alinejad membantah laporan tersebut. Wanita itu mengatakan, orang-orang yang membuat berita bohong itu adalah orang-orang yang “berbahaya.”

“Mereka dengan sangat mudah mengubah pemerkosaan yang mereka ciptakan dalam imajinasinya menjadi berita,” kata Alinejad.

“Mereka bahkan tidak memiliki rasa kasihan kepada putra saya, dan mereka membuatnya menjadi saksi pemerkosaan itu,” imbuhnya.

Dibuat awal Mei lalu, kampanye “Stealthy Freedoms of Iranian Women” mengajak para wanita Iran untuk membuka hijabnya dan memajang foto-foto mereka yang tidak berkerudung. Laman kampanye itu di Facebook telah menerima jempol suka dari 450.000 akun.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Lebih Seribu Orang Kecam Serangan ke Iraq

Lebih Seribu Orang Kecam Serangan ke Iraq

Anwar Al Awlaqi Dikabarkan Terbunuh

Anwar Al Awlaqi Dikabarkan Terbunuh

Tentara Amerika Melatih Militer Iraq di Anbar dan Taji

Tentara Amerika Melatih Militer Iraq di Anbar dan Taji

Ajudanya Positif Corona, Netanyahu Dikarantina

Ajudanya Positif Corona, Netanyahu Dikarantina

PM Selandia Baru Menjanjikan Pertanggungjawaban Bagi Para Korban di Christchurch Jelang Laporan Komisi Kerajaan

PM Selandia Baru Menjanjikan Pertanggungjawaban Bagi Para Korban di Christchurch Jelang Laporan Komisi Kerajaan

Baca Juga

Berita Lainnya