Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Septic Tank Jadi Kuburan Massal Anak, Gereja Katolik Irlandia Dihujani Kecaman

Biarawati Katolik menggendong bayi.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Gereja Katolik Roma Irlandia kembali mendapatkan kecaman baru, menyusul ditemukannya catatan mengenai kematian 796 anak yang diyakini dikubur secara massal dalam septic tank di samping bangunan bekas panti khusus anak yang lahir di luar ikatan pernikahan dan dibuang ibunya.

Seorang peneliti bernama Catherine Corless mengatakan catatan yang ditemukannya menunjuk pada sebuah panti yang dikelola oleh biarawati Katolik di Tuam, County Galway, di mana bekas lubang pembuangan tinja (septic tank) menjadi tempat peristirahatan terakhir sebagian besar –jika bukan seluruhnya– anak-anak panti tersebut.

Para pemimpin gereja di Galway, wilayah barat Irlandia, mengaku tidak tahu berapa banyak anak yang meninggal dan dikubur di sana. Mereka mengatakan akan mendukung upaya pencarian kuburan massal tersebut, yang menurut catatan menjadi tempat pembuangan 796 mayat anak, lansir Associated Press (3/6/2014).

Catatan kematian di Galway menunjukkan, anak-anak itu kebanyakan adalah bayi dan balita. Mereka meninggal karena penyakit di panti yang beroperasi selama 35 tahun dari 1926 hingga 1961 tersebut.

Bangunan itu, yang sebelumnya merupakan bengkel kerja orang-orang dewasa tunawisma, sudah dirobohkan puluhan tahun silam untuk dijadikan lokasi perumahan.

Hasil inspeksi pemerintah setempat tahun 1944 menunjukkan, di panti Tuam itu pernah terjadi masalah kekurangan gizi pada 271 anak dan 61 ibu yang tidak menikah. Catatan kematian menyebutkan, mereka meninggal karena sakit, cacat tubuh dan juga kelahiran prematur.

Penduduk lansia di daerah itu ingat, anak-anak panti dulu disekolahkan di sekolah lokal, tetapi dipisahkan dari murid-murid lainnya, sampai mereka diadopsi atau pada usia 7-8 tahun dimasukkan ke industrial school (sekarang di Irlandia resminya bernama Children Detention School, sekolah tahanan anak, di mana anak diperkerjakan tanpa dibayar dan kerap diperlakukan buruk) yang dikelola gereja.

Berdasarkan ajaran Katolik, anak-anak yang lahir di luar ikatan pernikahan tidak boleh dibaptis dan apabila meninggal tidak dimakamkan sesuai aturan Kristen.

Penduduk Tuam pernah menemukan sisa tulang belulang pada tahun 1975 ketika semen penutup bekas lubang septic tank hancur.

Sebelum Corless melakukan penelitian tahun ini, penduduk meyakini tulang-tulang itu berasal dari korban kelaparan besar di pertengahan abad ke-19 yang ketika itu mengurangi jumlah populasi Irlandia barat.

Sampai saat ini Irlandia sudah menerbitkan empat laporan utama mengenai tindak kekerasan terhadap anak yang ditutup-tutupi Gereja Katolik, termasuk penganiayaan anak yang terjadi di industrial school yang dikelola gereja, yang sejak tahun 1990an dihapus.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Para Pengamat Yakin AS akan Awet di Iraq

Para Pengamat Yakin AS akan Awet di Iraq

Facebook Memblokir Politisi Partai yang Berkuasa di India atas Pidato Kebencian Anti-Muslim

Facebook Memblokir Politisi Partai yang Berkuasa di India atas Pidato Kebencian Anti-Muslim

Boko Haram Dikabarkan Punya Pemimpin Baru

Boko Haram Dikabarkan Punya Pemimpin Baru

Asosiasi Pers Suriah Himbau Intervensi Internasional

Asosiasi Pers Suriah Himbau Intervensi Internasional

Quartet Timur Tengah Bertemu di New York

Quartet Timur Tengah Bertemu di New York

Baca Juga

Berita Lainnya