Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dr. Munir Ghadban, Mantan Pengawas IM Suriah Wafat di Makkah

Sejak tahun 1980 ketika terjadi konflik antara pemerintah Suriah dengan gerakan Al Ikhwan Al Muslimun, Dr. Munir Ghadban memilih untuk menetap di Arab Saudi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dr. Munir Ghadban, dai dan pemikir Islam yang pernah menjabat sebagai pengawas organisasi Al Ikhwan Al Muslimun di Suriah tahun 1985 juga sebagai anggota Majelis Syura gerakan ini, wafat di rumah sakit Makkah pada hari ini, Ahad (01/06/2014),setelah menderita sakit yang cukup lama, sebagaimana dilansir oleh situs berita berbahasa Arab alquds.co.uk (01/06/2014).

Dr. Munir Ghadban sendiri lahir di Damaskus tahun 1945, kemudian menyelesaikan pendidikan syari’ah di Universitas Damaskus tahun 1967.

Pada tahun 1968 memperoleh gelar diploma tarbiyah. Selanjutnya pada tahun 1972 memperoleh gelar megister dalam bidang bahasa Arab di Instititu Riset Arab di Kairo. Pada tahun 1997 memperoleh gelar doktoral di badang bahasa di Universitas Al Qur`an Al Karim Sudan.

Beberapa karya dari cendekia yang pernah memperoleh penghargaan dari Sultan Brunei  atas bukunya yang berjudul Fiqh As Sirah ini, diantaranya adalah Al Manhaj Al Haraki li As Sunnah An Nabawiyah, At Tarbiyah Al Jihadiyah, At Tarbiyah Al Qiyadiah, At Tarbiyah As Siyasiah yang diterjemahkan dalam bahasa Turki.

Sejak tahun 1980 ketika terjadi konflik antara pemerintah Suriah dengan gerakan Al Ikhwan Al Muslimun, Dr. Munir Ghadban memilih untuk menetap di Arab Saudi.*

 

 

Rep: Sholah Salim
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Inggris Pertimbangkan Pernikahan Sesama Jenis di Gereja

Pemerintah Inggris Pertimbangkan Pernikahan Sesama Jenis di Gereja

Ekstradisi Mantan Pemimpin Bosnia Ditolak

Ekstradisi Mantan Pemimpin Bosnia Ditolak

Koran Zionis: Sejak 2011-2014 Banyak Perwira Israel Hengkang dari Tugas

Koran Zionis: Sejak 2011-2014 Banyak Perwira Israel Hengkang dari Tugas

Warga Rusia Pertingati 40 Hari Kematian Tokoh Oposisi Boris Nemtsov

Warga Rusia Pertingati 40 Hari Kematian Tokoh Oposisi Boris Nemtsov

Krisis Fallujah: “Kami Dibiarkan Mati Kelaparan”

Krisis Fallujah: “Kami Dibiarkan Mati Kelaparan”

Baca Juga

Berita Lainnya