Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Gubernur Makkah Pimpin Pembersihan Ka’bah

okaz
Gubernur Makkah Pimpin Pembersihan dan Pemandian Ka'bah
Bagikan:

Hidayatullah.com- Mewakili Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, Gubernur Makkah al-Mukarramah Masy’al bin Abdullah Alu Saud memimpin proses pembersihan dan pemandian Baitullah Ka’bah, Kamis (29/05/2014) kemarin waktu Arab Saudi.

Setiba di Masjidil Haram, Gubernur Masy’al dan rombongan langsung melaksanakan thawaf dan sholat dua rakaat di belakang Maqom Ibrahim –Alaihissalam-, setelah itu bergerak menuju pintu Ka’bah untuk pembersihan bagian dalam Baitullah.

“Kita bersyukur pada Allah yang telah memberi kita nikmat Islam dan menjadikan kita hidup di dalam aturan syariat-Nya, juga menjadikan kita pelayan bagi rumah-Nya dan para tamu yang berdatangan ke tempat mulia ini,” kata Gubernur Masy’al kepada wartawan.

Ikut serta dalam acara sakral tersebut sejumlah pejabat penting seperti Ketua Umum Pengurus Dua Masjid Haram Syeikh Dr. Abdurrahman as-Sudais, sejumlah Menteri, Ulama besar dan Sadanah (pelayan khusus) Ka’bah.

Sejumlah diplomat dunia Islam pun ikut dalam proses pembersihan Rumah Allah bersama beberapa penduduk Makkah dan jamaah Umroh.

Ketua Umum Pengurus Dua Masjid Haram, Syeikh Abdurrahman as-Sudais menjelaskan bahwa ritual membersihkan dan memandikan Ka’bah diadakan karena kedudukan al-Haramain yang mulia dalam agama Islam dan keagungan Baitullah Ka’bah di hati setiap muslim. Lebih dari itu, ritual ini terbangun atas landasan perintah Allah di dalam Al-Qur’an untuk membersihkan rumah-Nya dan Sunnah Rasulullah –Shallallahu Alaihi Wasallam- yang telah dilaksanakan para Khalifah, Raja-raja Islam dan para Salaf secara turun temurun hingga zaman ini.

“Telah tercatat dalam sunnah shohihah bahwa Ghuslul Ka’bah adalah Sunnah Nabawiyah yang mulia. Siroh mencatat bahwa Nabi Muhammad –Shallallahu Alaihi Wasallam- bersama para sahabat melakukan pembersihan Ka’bah secara lahir dan batin ketika beliau memimpin Fathu Makkah,” kata Syeikh as-Sudais dikutip Okaz.com.

Gambaran umum yang dihimpun hidayatullah.com tentang proses ritual agung tersebut dimulai dari pembersihan bagian inti dalam Ka’bah, lalu dinding luar dengan menggunakan potongan-potongan kain yang dibasahi air Zam-zam beraroma gaharu dan bunga mawar.*/Muhammad Dinul Haq, koresponden hidayatullah.com di Madinah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penjara Guantanamo akan Tetap Bertahan 25 Tahun Lagi

Penjara Guantanamo akan Tetap Bertahan 25 Tahun Lagi

Warga Jerman Semakin Tidak Percaya Euro

Warga Jerman Semakin Tidak Percaya Euro

Bilang Migran Sanggup Bayar Hotel, Menteri Belgia Dihujani Kecaman

Bilang Migran Sanggup Bayar Hotel, Menteri Belgia Dihujani Kecaman

Lebih 345.000 Ekspatriat Ilegal Tinggalkan Saudi di Bawah Program Amnesti

Lebih 345.000 Ekspatriat Ilegal Tinggalkan Saudi di Bawah Program Amnesti

Mesir Mendesak Komunitas Internasional Berbagi Beban Pengungsi

Mesir Mendesak Komunitas Internasional Berbagi Beban Pengungsi

Baca Juga

Berita Lainnya