Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

LSM Muslim Inggris Kecam Rencana Pelucutan Kewarganegaraan Tersangka kasus Terorisme

Bagikan:

Hidayatullah.com–The Muslim Public Affairs Committee (MPAC) atau Komite Urusan Publik Muslim, sebuah LSM di Inggris mengecam Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May atas rencananya  memperkenalkan langkah-langkah baru yang akan memungkinkan negara Inggris melucuti kewarganegaraan warganegaranya yang dianggap sebagai ancaman bagi negara, rilis World Bulletin baru-baru ini.

Langkah-langkah yang dapat berpotensi membuat mereka yang telah dihilangkan kewarganegaraannya  menjadi tidak mempunyai negara, dikecam  MPAC sebagai ‘sepenuhnya kejam’ dan ‘pelanggaran hak asasi manusia’ , dan MPAC menyatakan itu harus ditentang.

Khawatir langkah-langkah itu bisa menjadikan kewarganegaraan sebagai hak istimewa, MPAC mendorong kaum Muslim Inggris untuk menulis kepada anggota parlemen Inggris agar mengambil tindakan.

“Dari tahun ke tahun, terus menerus nampak kecenderungan, pemerintah kita telah mencari cara-cara baru untuk mencegah pengawasan terbuka dan menyembunyikan tuntutan dan kritik masyarakat, serta akuntabilitas keputusan-keputusan dan para pengambil keputusan-keputusan itu,” ujar MPAC.

Dengan mengacu pada kasus Hilal al-Jedda, pria kelahiran Iraq yang  kewarganegaraannya telah dilucuti – meskipun disahkan oleh Mahkamah Agung – yang dikatakan itu sebagai tindakan ilegal yang membuatnya tidak mempunyai negara, ujar MPAC.

MPAC juga mengegaskan bahwa RUU itu akan langsung bertentangan dengan Pasal 15 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang menyatakan bahwa ‘setiap orang memiliki hak untuk mempunyai kewarganegaraan’ dan ‘tidak seorangpun boleh dengan sewenang-wenang mencabut kewarganegaraan seseorang’.

“Tidak ada keadilan dan akuntabilitas dalam RUU ini  karena sifatnya rahasia. Ini politisasi hak-hak dasar sipil kami dan RUU ini menciptakan sistem kewarganegaraan kelas dua di Inggris, ” demikian isi pernyataan dari LSM itu.

Rep: Abdullah al-Mustofa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hungaria Tolak Kerja Sama Uni Eropa-Liga Arab

Hungaria Tolak Kerja Sama Uni Eropa-Liga Arab

Muslimah AS Tuntut Aberorombie Dalam Masalah Jilbab

Muslimah AS Tuntut Aberorombie Dalam Masalah Jilbab

Lebih Setengah Masjid di Arab Saudi Tak Miliki Imam Tetap

Lebih Setengah Masjid di Arab Saudi Tak Miliki Imam Tetap

Paus dan Donal Trump Doakan Shimon Peres Cepat Sembuh

Paus dan Donal Trump Doakan Shimon Peres Cepat Sembuh

Jepang Buka Pintu Lebih Banyak Pekerja Asing

Jepang Buka Pintu Lebih Banyak Pekerja Asing

Baca Juga

Berita Lainnya