Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perusahaan Belanda Tak Lagi Diterima di Arab Saudi

Politis penghina Islam dan Nabi, Geert Wilders
Bagikan:

Hidayatullah.com–Arab Saudi telah melarang keterlibatan perusahaan-perusahaan Belanda dalam proyek-proyek masa depan di negara itu.

Larangan ini diberlakukan karena pemerintah Belanda tidak mengambil tindakan terhadap Geert Wilders, pemimpin Partai Kebebasan ultra kanan yang telah mencacimaki negara Arab Saudi dan Islam. Demikian rilis  Arab News baru-baru ini.

The Council of Saudi Chambers (CSC) atau Kamar Dagang dan Industri Saudi dilaporkan telah menerima surat yang berkaitan dengan hal ini dari otoritas Saudi yang lebih tinggi yang mendesak mereka untuk tidak melibatkan perusahaan-perusahaan Belanda dalam proyek-proyek lokal di negara itu baik secara langsung maupun tidak langsung.

Instruksi dari pemerintah juga menyerukan untuk mengurangi jumlah visa yang dikeluarkan bagi pengusaha dan investor Belanda dan membatasi periode visa, kecuali mereka yang saat ini terlibat dalam proyek-proyek vital.

Sumber-sumber dari CSC mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah menginstruksikan untuk menghentikan pertukaran kunjungan delegasi dari kedua negara. Langkah ini dilakukan setelah duta besar Saudi di Belanda mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi terkait penghinaan terhadap Islam dan negara Arab Saudi yang baru-baru ini dilakukan politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders.

Seorang pebisnis bernama Abdul Rahman Al-Rabiah, yang juga presiden dari the Saudi-Indian Business Council, menyambut baik keputusan pemerintah itu.

“Mereka yang menyerang Islam dan Arab Saudi tanpa alasan yang wajar tidak diterima dengan baik di Arab Saudi,” katanya kepada Arab News.

Dia mengatakan badan-badan pemerintah yang bertanggung jawab di negara-negara asing harus memahami konsekuensi dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti itu.

CSC mengatakan keputusan pemerintah itu akan beredar di semua badan pemerintah, demikian juga kamar dagang dan industri, pengusaha-pengusaha dan perusahaan komersial.

Belanda adalah salah satu dari 10 mitra bisnis teratas bagi Arab Saudi dengan perdagangan dua arah, dengan rata-rata volume perdagangan tahunan mencapai lebih dari SR 25.3 miliar. Sampai akhir tahun 2008, investasi Belanda di Arab Saudi berjumlah sekitar $ 7,5 miliar di lebih dari 119 proyek investasi.

Beberapa perusahaan Saudi merespon dengan cepat keputusan tersebut dan menghentikan hubungan bisnis mereka dengan perusahaan-perusahaan Belanda.

Dalam sebuah pernyataannya baru-baru ini, Wilders, yang merupakan anggota dari Parlemen Belanda, mencela bendera negara Arab Saudi dan mengatakan Syahadat atau pernyataan iman dalam Islam yang ditulis pada bendera Arab Saudi harus diganti dengan kata-kata yang tidak senonoh  sesuai yang dia sarankan.

Ia juga menyalahkan Saudi atas sejumlah kasus terorisme yang terjadi di seluruh dunia.*

Rep: Abdullah al-Mustofa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Beijing Diselimuti Kabut Asap, Ribuan Pabrik Diminta Tutup

Beijing Diselimuti Kabut Asap, Ribuan Pabrik Diminta Tutup

Muhammad menjadi Nama paling Populer di Oslo

Muhammad menjadi Nama paling Populer di Oslo

Intelijen AS Mengaku Salah Besar Soal Iraq

Intelijen AS Mengaku Salah Besar Soal Iraq

Shalom Sebut Yerusalem Ibukota Abadi Israel

Shalom Sebut Yerusalem Ibukota Abadi Israel

Billboard Gambar Jilbab di Australia Sempat Diturunkan, Kini Dicarikan Dana

Billboard Gambar Jilbab di Australia Sempat Diturunkan, Kini Dicarikan Dana

Baca Juga

Berita Lainnya