Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Putaran Kedua Sekutu Karzai Dukung Abdullah Sebagai Presiden

Bagikan:

Hidayatullah.com—Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah menerima tambahan suara setelah Zalmai Rassoul, yang merupakan sekutu politik Hamid Karzai danterhenti langkahnya karena kalah di putaran pertama, menyatakan dukungan kepada Abdulah.

“Saya meminta kepada rakyat demi persatuan nasional dan stabilitas politik agar memilih Dr Abdullah, sehingga kita memenangi pemilu ini,” kata Rassoul, yang mundur dari jabatan menteri luar negeri agar bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden, dalam sebuah konferensi pers di Kabul hari Ahad (11/5/2014) dikutip AFP.

Rassoul berada di urutan ketiga dengan 11,5 persen suara dalam pemilihan presiden putaran pertama tanggal 5 April lalu.

Rassoul mengatakan dukungannya bisa menjadi penyeimbang dalam pemilihan putaran kedua.

Abdullah akan berhadapan dengan ekonom Bank Dunia Ashraf Ghani bulan depan untuk memperebutkan suara mayoritas. Keduanya tidak ada yang mendapatkan suara 50% agar bisa dinyatakan sebagai pemenang dalam putaran pertama. Abdullah unggul dengan 44,9 persen suara, sementara Ghani 31,5 persen.

Hasil resmi pemungutan suara putaran pertama akan diumumkan hari Rabu mendatang, setelah pengaduan pemalsuan suara diselesaikan.

Hamid Karzai, yang dilarang mencalonkan diri untuk kali ketiga, di muka publik menampakkan wajah netral.

Dalam pemilu tahun 2009, yang diwarnai dengan banyak pemalsuan suara, Karzai mengalahkan Dr Abdullah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika akan Membela Israel

Amerika akan Membela Israel

Pengemis di Saudi Ada yang Terkait Kelompok Teroris dan Kriminal

Pengemis di Saudi Ada yang Terkait Kelompok Teroris dan Kriminal

[Video] Derita Banjir di Inggris Belum Usai, Badai Frank akan Datang

[Video] Derita Banjir di Inggris Belum Usai, Badai Frank akan Datang

Silent Majority Dukung Mesir Periksa LSM Asing

Silent Majority Dukung Mesir Periksa LSM Asing

Para Dokter: Wabah Covid-19 di Turki Lebih Buruk dari Laporan Resmi Pemerintah

Para Dokter: Wabah Covid-19 di Turki Lebih Buruk dari Laporan Resmi Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya