Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Internasional

Amerika: Suriah masih punya Senjata Kimia

Reuters
Seorang wanita dibawa ke rumah sakit di Bab Al-Hawa akibat serangan gas di kota Telminnes (21/4/2014).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua gugus tugas yang bertanggung jawab untuk menghancurkan senjata kimia Suriah mengatakan Damaskus masih memiliki sekitar 7,5% dari 1300 ton simpanan di satu tempat.

Sigrid Kaag, Ketua Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) mendesak pemerintah rezim Bashar untuk mematuhi batas waktu penyerahan senjata hari Ahad (27/04/2014). Semua senjata kimia Suriah dijadwalkan harus dihancurkan pada tanggal 30 Juni.

Kesepakatan Rusia dan Amerika untuk menghacurkan persenjataan Suriah dicapai tahun lalu setelah ratusan orang meninggal akibat roket sarin di luar Damaskus.

Gas klorin

Misi multinasional untuk membasmi senjata ini diawasi oleh Dewan Keamanan PBB dan OPCW.

“Sejumlah besar materi senjata kimia telah dibuang namun belum dihancurkan dan itu berlaku untuk batas waktu tanggal 30 Juni,” kata Kaag.

“Itulah sebabnya, penting untuk mengingatkan bahwa masih ada materi bahan kimia di satu tempat,” kata Kaag, ketua OPCW kepada BBC.

Ia juga mengatakan PBB khawatir atas laporan baru-baru ini bahwa pasukan Suriah menggunakan gas klorin untuk senjata.

Klorin tidak termasuk dalam materi yang dicantumkan dalam perjanjian yang dianggap berhasil mencegah aksi militer Amerika terhadap pemerintah Suriah.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Raja Bahrain Berkomitmen untuk Perjuangan Palestina dan Inisiatif Arab untuk Perdamaian Regional

Raja Bahrain Berkomitmen untuk Perjuangan Palestina dan Inisiatif Arab untuk Perdamaian Regional

Pengusaha Saudi Serukan Boikot Produk Iran

Pengusaha Saudi Serukan Boikot Produk Iran

Libya Idul Fitri Tanpa Muammar Qadhafi

Libya Idul Fitri Tanpa Muammar Qadhafi

Assenge Puji “Pahlawan” Tentara Terkait WikiLeaks

Assenge Puji “Pahlawan” Tentara Terkait WikiLeaks

Wali Kota London: Inggris Tak Seharusnya Gelar Karpet Merah pada Trump

Wali Kota London: Inggris Tak Seharusnya Gelar Karpet Merah pada Trump

Baca Juga

Berita Lainnya