Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ikhwanul Muslimin Kecam Pengeboman dan Penembakan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kelompok gerakan al Ikhwan al Muslimun Mesir, mengutuk berbagai insiden pengeboman dan penembakan yang terjadi semenjak kudeta 3 Juli 2013.

Dalam  laman resmi Ikhwanul Muslimin Rabu, (23/04/2014) www.ikhwanweb.com yang kini berkantorpusat di London, Ikhwanul Muslimin meliris sebuah pernyataan yang mengecam pembunuhan, pengeboman dan penembakan yang terjadi sejak Kudeta 3 Juli dan berharap penyelidikan berjalan menyeluruh dan transparan.

Ikhwanul Muslimin juga mengeluarkan pernyataan sebagai berikut atas terjadinya gelombang penembakan terbaru:

Pertama, Ikhwanul Muslimin mencela semua pengeboman dan pembunuhan, termasuk penembakan terbaru yang merenggut nyawa dua petugas; berdoa agar Allah menerima mereka dengan rahmat-Nya, memasukkan mereka kedalam kedamaian abadi, dan menghibur hati keluarga dan teman-teman mereka; dan berdoa bagi semua yang terluka agar cepat sembuh.

Kedua, Ikhwanul Muslimin menekankan bahwa kejahatan, pembunuhan dan pertumpahan darah adalah salah satu kejahatan besar terburuk dan dosa terbesar, dan para pelakunya layak mendapatkan hukuman yang paling keras.

“Maka balasannya ialah Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya,”  tulisnya mengutip Al-Quran Surat An Nisa’ [4] ayat 93.

Ikhwan sangat menyesalkan tindakan pengabaian kesucian dan nilai jiwa manusia di Mesir sejak Kudeta 3 Juli 2013.

Kelompok ini juga menuntut penyelidikan yang dapat dengan cepat melacak untuk menangkap para pelakunya.

Selain itu, Ikhwan juga menuntut transparansi secara lengkap dan pengungkapan fakta-fakta mengenai semua insiden kekerasan sebelumnya. Tak lupa ia meminta pihak otoritas pengkudeta menghentikan tindakan sengaja mengeluarkan dakwaan tanpa ada investigasi atau bukti apapun pada orang-orang yang tidak bersalah.

Dalam penutupnya, Ikhwanul Muslimin menjamin aksi protes anti-kudeta rakyat Mesir akan tetap berjalan damai dan akan terus berlanjut, sampai mereka merebut kembali Revolusi 25 Januari, setelah lembaga-lembaga negara dan militer dinilai telah mereka rampok dan menculik di bawah todongan senjata. demikian kutipnya.*

Rep: Abdullah al Mustafa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Anggaran Seret, Pentagon akan Kurangi Jumlah Militer AS

Anggaran Seret, Pentagon akan Kurangi Jumlah Militer AS

Iran Retas Situs, Bahrain Boikot Produk

Iran Retas Situs, Bahrain Boikot Produk

Syaikh Al-Azhar Mengecam ‘Islamofobia Sistemik’ Prancis

Syaikh Al-Azhar Mengecam ‘Islamofobia Sistemik’ Prancis

Israel Berang Parlemen Iran Dukung Vahidi

Israel Berang Parlemen Iran Dukung Vahidi

Baca Juga

Berita Lainnya