Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bantuan Terhalang, Sekjen PBB Salahkan Rezim dan Oposisi Suriah

Sejauh mata memandang tampak ribuan orang antri demi mendapatkan makanan di kamp Yarmouk di sela bangunan-bangunan rusak.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menuding semua pihak yang terlibat perang sipil di Suriah melanggar hukum internasional, terkait terhalangnya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.

Ban Ki-moon mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengimplementasikan resolusi yang disetujui Februari lalu agar akses ke Suriah diperluas untuk pengiriman bantuan kemanusian.

Dalam laporannya, Ban mengatakan hampir 3,5 juta orang rakyat sipil dihalangi untuk mendapatkan bantuan vital, termasuk perawatan medis dan obat-obatan.

Para aktivis mengatakan, sekitar 150.000 orang telah tewas akibat perang di Suriah yang telah berlangsung selama tiga tahun. Sedangkan jutaan lainnya menjadi pengungsi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Dewan Keamanan harus mengambil tindakan untuk mengatasi pelanggaran terang-terangan atas prinsip-prinsip hukum internasional ini,” kata Ban dikutip BBC Kamis (24/4/2014).

Laporan Ban itu tidak menjelaskan secara spesifik tindakan apa yang harus diambil oleh DK-PBB.

Resolusi DK-PBB bulan Februari lalu menyeru kepada semua pihak agar memperbolehkan bantuan-bantuan kemanusian melewati daerah-daerah konflik dan menyeberangi perbatasan.

Situasi di Suriah, kata Ban, sekarang semakin buruk.

“Ribuan orang tidak mendapatkan perawatana medis, termasuk obat-obatan untuk menyelamatkan nyawa, yang mereka perlukan,” kata Ban.

Sebelumnya pada hari Rabu kemarin, pimpinan badan kemanusiaan PBB Valerie Amos kepada Reuters mengatakan, harapan untuk penyelesaian konflik Suriah secara politis semakin memudar. Dari hari ke hari semakin sulit untuk mengirimkan bantuan kepada rakyat sipil yang kehilangan tempat tinggalnya dan terjebak di wilayah konflik.

Koresponden BBC melaporkan, Inggris, Amerika dan Prancis mempertimbangkan untuk mengambil kebijakan sanksi atas rezim Suriah, tetapi kemungkinan langkah itu akan diganjal oleh Rusia melalui hak veto yang dimilikinya.

Suriah mengalami konflik berdarah antara rezim Damaskus dan pendukungnya dengan kelompok oposisi, setelah Maret 2011 aparat keamanan melancarkan tembakan ke arah rakyat yang berunjuk rasa memprotes pemerintahan Bashar Al-Assad.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Lucu, “Teroris” Hadiri Sidang Memerangi Terorisme

Lucu, “Teroris” Hadiri Sidang Memerangi Terorisme

Rumah dan Orangtua adalah Pilar Utama Pendidikan Keluarga

Rumah dan Orangtua adalah Pilar Utama Pendidikan Keluarga

Hore! Wanita Iran Kegirangan Boleh Masuk Stadion Nobar Piala Dunia 2018

Hore! Wanita Iran Kegirangan Boleh Masuk Stadion Nobar Piala Dunia 2018

Eropa Masih Mau Berhubungan dengan Teroris Hizbullah

Eropa Masih Mau Berhubungan dengan Teroris Hizbullah

Kurdi Tak akan Serahkan Al Hashemi ke Syiah Baghdad

Kurdi Tak akan Serahkan Al Hashemi ke Syiah Baghdad

Baca Juga

Berita Lainnya