Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tolak Jadi Informan, FBI Masukkan 4 Muslim dalam Cegah Tangkal

Bagikan:

Hidayatullah.com–FBI dituduh melanggar hak amandemen empat Muslim, dengan memasukkan mereka dalam daftar cegah tangkal atau tidak bisa bepergian dengan pesawat. Tuntutan telah dimasukkan ke Pengadilan Federal AS minggu ini.

Badan itu dituduh melanggar hak-hak empat pria Muslim yang tinggal di Amerika Serikat karena memasukkan mereka ke dalam daftar tersebut, setelah mereka menolak memata-matai komunitas Muslim lokal di New York, New Jersey, dan Nebraska, kata pemberitaan VOA, Kamis (24/4/2014).

Ramzi Kassem, profesor madya bidang hukum di City University of New York dan penasihat Proyek Penciptaan Penegakan dan Tanggung Jawab Hukum, mengatakan, hal tersebut merupakan masalah konstitusional besar.

“Jika mereka tidak mau bekerja untuk FBI, mereka berhak untuk itu. Jika mereka tidak ingin masuk ke komunitas-komunitas mereka, berpura-pura menjadi orang lain, sebagai informan, mereka berhak menolak menjadi informan. Dan jika mereka percaya bahwa agama mereka melarang aksi memata-matai orang-orang yang tidak bersalah, mereka juga berhak atas itu,” ujar Kassem.

Kassem mengatakan, kasus ini akan menimbulkan preseden. Dalam tuntutan pengadilan tersebut, Muhammad Tanvir, Jameel Algibhah, Naveed Shinwari, dan Awais Sajjad, mengatakan, pemerintah melanggar hak mereka untuk bepergian secara bebas, dan secara keliru memberikan stigma tanpa justifikasi dan proses hukum, dengan memasukkan mereka dalam daftar cekal.

Kassem mengatakan, FBI diduga mendekati setiap penggugat secara individual. Salah satunya, Awais Sajjad. Ia ditawari kewarganegaraan AS dan kompensasi untuk sebagai informan.

Para penggugat pada waktu-waktu yang berbeda ingin mengunjungi keluarga dan pasangan di Timur Tengah.

FBI tidak berkomentar mengenai kasus ini.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Bahrain Gelar Dialog Nasional Atasi Konflik

Bahrain Gelar Dialog Nasional Atasi Konflik

Pimpinan Gereja Jehovah’s Witnesses Divonis Bersalah atas 8 Kejahatan Seksual

Pimpinan Gereja Jehovah’s Witnesses Divonis Bersalah atas 8 Kejahatan Seksual

Protes Soal Suriah, Diyanet Turki Tolak Gunakan Dana PBB

Protes Soal Suriah, Diyanet Turki Tolak Gunakan Dana PBB

Trump Keluarkan Amerika Serikat dari Kesepakatan Migrasi PBB

Trump Keluarkan Amerika Serikat dari Kesepakatan Migrasi PBB

Diplomat AS Dipersilahkan Angkat Kaki Jika Tak Suka Dengan Kamboja

Diplomat AS Dipersilahkan Angkat Kaki Jika Tak Suka Dengan Kamboja

Baca Juga

Berita Lainnya