Senin, 20 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Internasional

WHO Khawatirkan Meningkatnya Jumlah Penderita MERS

Penggunaan masker hidung dianjurkan untuk meminimalkan penularan virus MERS.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir dengan meningkatnya jumlah penderita gangguan virus pernafasan parah atau MERS.

Pekan lalu saja, ada 50 kasus baru yang muncul di Arab Saudi. Peningkatan jumlah kasus juga terjadi di Uni Emirat Arab.

Sembilan puluh tiga orang telah meninggal dunia sejak virus itu pertama kali muncul dua tahun lalu.

WHO mengatakan, sebagaimana diberitakan BBC, Kamis (24/4/2014), sebagian besar kasus terjadi di fasilitas-fasilitas kesehatan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Menurut WHO, banyak pasien yang justru tertular ketika sedang dilakukan pengobatan pasien yang sakit.

Para ilmuwan masih belum tahu asal virus tersebut dan bagaimana virus menyebar, meski dicurigai sumbernya dari unta.

WHO kini menawarkan bantuan pakar internasional untuk dikirim ke Arab Saudi dan UAE guna menyelidiki apa yang terjadi.

Mereka ingin memastikan apakah virus itu bisa bermutasi atau bisa berubah menjadi lebih berbahaya lagi.

Awal pekan ini, Menteri Kesehatan Arab Saudi dipecat tanpa penjelasan.

Negara Teluk itu dituduh tidak cukup terbuka tentang wabah MERS. Sedangkan menteri sementara yang baru ditunjuk menjanjikan transparansi.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Di masa Depan Jamaah Haji Bisa Naik Kereta Gantung

Di masa Depan Jamaah Haji Bisa Naik Kereta Gantung

Pemimpin Kongres India Kecam Modi, Banyak Insiden Anti-Muslim di Tubuh Partainya

Pemimpin Kongres India Kecam Modi, Banyak Insiden Anti-Muslim di Tubuh Partainya

Ingin Bunuh Diri? Pemerintah Jepang Desak Warganya Minta Bantuan

Ingin Bunuh Diri? Pemerintah Jepang Desak Warganya Minta Bantuan

Tempat Penyimpanan Amunisi milisi Syiah Iraq Terbakar

Tempat Penyimpanan Amunisi milisi Syiah Iraq Terbakar

Ada Jaringan Prostitusi di Penampungan Pengungsi di Jerman, Petugas Sekuriti Mucikarinya

Ada Jaringan Prostitusi di Penampungan Pengungsi di Jerman, Petugas Sekuriti Mucikarinya

Baca Juga

Berita Lainnya