Selasa, 16 Februari 2021 / 4 Rajab 1442 H

Internasional

PM Cilik Turki Dilarang Main Twitter, Tak Mau Jadi Presiden

Bagikan:

Hidayatullah.com—Dalam rangka memperingati Hari Anak pada 23 April tahun ini, sejumlah anak-anak Turki mendapat kesempatan menjadi pejabat tinggi negara, termasuk perdana menteri.

Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan beserta para menteri dalam kabinetnya, hari Rabu (23/4/2014) sejenak memberikan kursi jabatan mereka kepada anak-anak tersebut.

Goker Inan, bocah laki-laki yang masih duduk di sekolah dasar, beruntung mendapatkan peran sebagai perdana menteri.

Saat menjawab pertanyaan wartawan seputar Twitter, jawaban bocah itu kontan mengundang tawa, termasuk PM Erdogan.

Wartawan bertanya kepada Inan, apakah dia tahu tentang Twitter. Perdana menteri cilik itu menjawab “ya.” Tetapi, dia menambahkan bahwa dirinya bukan pengguna media sosial tersebut.

“Keluarga saya tidak memperbolehkan saya [menggunakan Twitter]. Mereka bilang saya masih terlalu muda,” ujarnya.

Erdogan yang belakangan ini mendapatkan hujan kecaman di dalam dan luar negeri karena memblokir Twitter, sontak tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Inan.

“Apa kamu menunggu saya untuk tepuk tangan?” tanya Erdogan, sebelum akhirnya bertepuk tangan sambil tertawa.

Beberapa hari belakangan kabar tentang rencana pencalonan diri PM Erdogan sebagai presiden mewarnai jagad politik di Turki. Namun, perdana menteri cilik Inan kelihatan tidak terlalu bersemangat menjawab pertanyaan soal pemilihan umum presiden yang akan datang.

“Apa Anda ingin menjadi presiden pertama yang memiliki kekuasaan presidensial di Turki?” tanya seorang wartawan, seolah ingin mendapatkan rekaman pernyataan penting dari seorang tokoh politik.

“Saya tidak menginginkannya. Saya sudah puas dengan kehidupan saya,” jawab Inan, dikutip Hurriyet.

Ternyata perdana menteri cilik Turki itu tidak berambisi menjadi presiden, berbeda sama sekali dengan perdana menteri aslinya saat ini, yang sangat menggebu ingin duduk di kursi kepresidenan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Tentara Mesir Diculik, Pelintas Batas Rafah Jadi Korban

Tentara Mesir Diculik, Pelintas Batas Rafah Jadi Korban

Iraq Ubah Istana Saddam Jadi Pusat Kebudayaan

Iraq Ubah Istana Saddam Jadi Pusat Kebudayaan

AS Ajak Kuartet TimTeng ke Brussel Lagi

AS Ajak Kuartet TimTeng ke Brussel Lagi

Di Malaysia Anak Babi Kena Sensor

Di Malaysia Anak Babi Kena Sensor

Penyiar Fox News Serang Anggota Kongres  karena Hijab

Penyiar Fox News Serang Anggota Kongres karena Hijab

Baca Juga

Berita Lainnya