Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tiga Kru TV Hizbullah Tewas di Kota Kristen Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Stasiun televisi milik Hizbullah, Al-Manar, mengatakan bahwa tiga stafnya terbunuh pada hari Senin (14/4/2014) saat meliput operasi penyerangan tentara rezim Suriah untuk merebut kota Maaloula.

Al-Manar mengatakan, korban tewas adalah reporter Hamzah Hajj Hassan (29), teknisi Halim Allaw dan jurukamera Mohammad Mantash. Sementara beberapa orang kru lainnya terluka.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, seorang penyiar berita wanita mengumumkan kematian Hassan dan Allaw, dengan mengatakan keduanya dibunuh oleh “teroris takfiri” saat meliput operasi militer rezim Suriah merebut kota Maaloula, sebuah kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan terletak tidak jauh dari perbatasan Libanon.

Dalam ucapan belasungkawa kepada keluarga korban, stasiun televisi Syiah itu menyebut para krunya yang terbunuh sebagai “martir kebebasan.”

Beberapa menit kemudian, Al-Manar melaporkan bahwa Mantash meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan itu.

Sebelum berita duka itu ditayangkan, pada hari yang sama stasiun televisi afiliasi Hizbullah tersebut melaporkan bahwa empat orang krunya mendapatkan serangan.

“Tim Al-Manar ditembaki oleh kelompok bersenjata saat mereka meliput mengambilalihan kota Maaloula di Qalamoun oleh tentara Suriah,” lapor Al-Manar dikutip Daily Star.

Pemimpin umum Al-Manar Ibrahim Farhat mengatakan sekelompok pria bersenjata bersembunyi di Maalaoula dan menembaki dua kendaraan Al-Manar.

Saat konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi, Farhat menolak untuk mengatakan apakah Al-Manar menjadi target serangan.

Dia mengatakan, mayat para krunya diambil dari tempat kejadian dan akan dikubrkan pada hari Selasa ini di Libanon.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kasir Wanita Juga Timbulkan Polemik di Saudi

Kasir Wanita Juga Timbulkan Polemik di Saudi

Akibat Siklon Idai Warga Mozambique Makan Akar

Akibat Siklon Idai Warga Mozambique Makan Akar

Ratusan Migran Asal Gambia Kembali Setelah Merana Dipenjara di Libya

Ratusan Migran Asal Gambia Kembali Setelah Merana Dipenjara di Libya

Puluhan Rumah Etnis Rohingya Dirobohkan

Puluhan Rumah Etnis Rohingya Dirobohkan

Pemberitaan Terorisme oleh Media di Inggris Tidak Proporsional terhadap Muslim

Pemberitaan Terorisme oleh Media di Inggris Tidak Proporsional terhadap Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya