Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

Keluarganya Diserang, Baru Menjabat PM Libya Minta Mundur

PM Libya Abdullah Al-Thinni.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Perdana menteri Libya yang baru dipilih, Abdullah Al-Thinni, hari Ahad (13/4/2014) mengajukan pengunduran diri kepada parlemen menyusul serangan yang ditujukan atas keluarganya

Dilansir AFP, tanpa menjelaskan lebih rinci dalam sebuah pernyataannya Thinni mengatakan bahwa penyerang telah meneror penduduk di lingkungan tempat tinggalnya dan “membahayakan nyawa sebagian dari mereka.”

Sebuah sumber yang dekat dengan perdana menteri itu mengatakan kepada AFP bahwa serangan terjadi di jalan dari arah ibukota menuju bandara dan tidak menimbulkan korban.

Meskipun mengatakan bahwa dirinya tidak lagi bersedia menjabat perdana menteri disebabkan serangan tersebut, namun Thinni mengatakan akan tetap menempati posisinya sebagai pejabat sementara sampai ada penggantinya.

Jurubicara parlemen Libya mengatakan, Thini tetap berada di posisinya sampai pemilu legislatif digelar, yang tanggalnya belum ditentukan.

Thinni, 60, pensiunan tentara berpangkat kolonel, awalnya ditunjuk oleh parlemen sebagai pejabat sementara perdana menteri selama 2 pekan setelah Ali Zeidan diberhentikan dengan mosi tidak percaya. Namun, karena parlemen tidak juga menemukan penggantinya, Thinni yang sebelumnya menjabat menteri pertahanan akhirnya didaulat untuk menjadi perdana menteri.

Sebagai perdana menteri tugas Thinni tidak mudah. Dia harus dapat menghentikan perlawan bersenjata kelompok-kelompok yang dulu ikut mendongkel Muammar Qadhafi dari kursi kekuasaan. Selain itu, Thinni juga harus menghadapi pertikaian bersenjata antar kelompok dan suku, serta gerakan separatis.

Sejak Qadhafi digulingkan, setiap hari terjadi serangan bersenjata di berbagai daerah di wilayah Libya. Beberapa pelabuhan minyak penting bahkan sudah dikuasai kelompok-kelompok bersenjata itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Prancis Bubarkan Kamp Pengungsi Suriah dan Afghanistan

Polisi Prancis Bubarkan Kamp Pengungsi Suriah dan Afghanistan

Afghanistan Akan Bebaskan 900 Taliban, Mendesak Gencatan Senjata Diperpanjang

Afghanistan Akan Bebaskan 900 Taliban, Mendesak Gencatan Senjata Diperpanjang

Presiden Prancis Macron Peringatkan Iran: Jangan Ikut Campur dalam Persoalan Lebanon

Presiden Prancis Macron Peringatkan Iran: Jangan Ikut Campur dalam Persoalan Lebanon

Menjatuhkan Orang dari Ketinggian Pengadilan Vonis Mati Pro-Mursy

Menjatuhkan Orang dari Ketinggian Pengadilan Vonis Mati Pro-Mursy

Muslim Anggota Navy SEAL Thailand Wafat akibat Infeksi Darah Setelah Penyelamatan di Gua

Muslim Anggota Navy SEAL Thailand Wafat akibat Infeksi Darah Setelah Penyelamatan di Gua

Baca Juga

Berita Lainnya