Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Tim Kemanusiaan DD Salurkan Bantuan Logistik 27.000 KK Pengungsi Afrika Tengah

Dok. DD
Bagikan:

Hidayatullah.com— Tim Kemanusiaan Indonesia Aid Dompet Dhuafa (DD) untuk Afrika Tengah  menyalurkan amanah bantuan masyarakat Indonesia berupa logistik untuk sekitar 27.000 kepala keluarga (KK) pengungsi Afrika Tengah. Untuk bantuan krisis tersebut, Dompet Dhuafa anggarkan dana Rp 1 miliar.

Semenjak hari Senin (24/03/2014), Tim Kemanusiaan Indonesia Aid Dompet Dhuafa (DD) untuk Afrika Tengah telah berada di kamp pengungsian di Kenzu dan Garoua Boulai, perbatasan timur Kamerun dan Afrika tengah.

Koordinator Tim Kemanusiaan Indonesia Aid Dompet Dhuafa, Sabeth Abilawa, menuturkan, tim bersama NGO kemanusiaan lokal setempat, AHAS Association Humanitaire Pour le Development du Cameroon, telah menyalurkan 2 kontainer logistik berupa makanan, air mineral, dan obat-obatan yang dibeli dari kota Doula, yang berjarak dekat dari Kenzu untuk dibagikan kepada seluruh pengungsi.

“Yang jelas mereka sangat membutuhkan bantuan makanan, kesehatan, dan air bersih karena secara umum daerah disini sangat kesulitan air,” terang Sabeth dalam rilisnya pada hidayatullah.com.

Dengan pemberian bantuan tersebut, tim Dompet Dhuafa merupakan lembaga kemanusiaan Indonesia yang pertama kali memberikan bantuan kepada para pengungsi Afrika Tengah.

Sabeth juga menuturkan gelombang pengungsi yang datang ke wilayah Kenzu semakin bertambah.“

Diperkirakan jumlah pengungsi di wilayah Kenzu ini akan terus bertambah karena barusan juga ada 2 mobil truk yang membawa ratusan pengungsi datang ke sini,” jelasnya.

Rencana hingga empat hari kedepan, Tim Kemanusiaan Indonesia Aid Dompet Dhuafa akan membuat instalasi air dan mensurvei beberapa titik wilayah untuk membantu pengadaan air bersih di Kenzu.

“Hari ini juga kita akan mensurvei titik-titik air atau waterpam untuk kita bangun 2 atau 3 instalasi air bersih,” tegasnya.

Sabeth menuturkan, kondisi pengungsi di Kamp Kenzu teramat menyedihkan. Menurutnya, sejauh mata memandang wilayah Kenzu hanya dipenuhi tenda-tenda pengungsi berwarna putih, semua itu dikarenakan banyaknya jumlah pengungsi.

Hampir 95 persen pengungsi tinggal di tenda-tenda pengungsian, dan sisanya yang baru datang sebagian tinggal di lapangan, dan belum ada tenda, dan makanpun mereka dijatah.

Dari pengamatan Sabeth di lapangan, mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak-anak. Tubuh mereka kurus tak terurus. “Wajah-wajah kelelahan dan tatapan nanar menghiasi raut wajah orang orang yang terusir dari negerinya ini,” kata Sabeth lirih.
Kenzu merupakan wilayah kamerun yang tidak lebih baik dari Afrika Tengah sendiri. Pasalnya, Kenzu merupakan desa terpencil di dalam hutan dan mereka harus tinggal mengungsi di sana,

Selain mengungsi di Kamerun, rata-rata pengungsi mengalir ke beberapa wilayah perbatasan Kamerun seperti di utara Afrika Tengah, Kongo,dan Sudan. Sebagian besar memang mengalir di wilayah Kamerun sebab, Kamerun merupakan wilayah yang paling dekat dengan Ibu Kota Afrika Tengah.

Merespon krisis kemanusiaan yang terjadi di Afrika Tengah ini, tim Indonesia Aid Dompet Dhuafa berangkat dari Indonesia sejak Rabu (19/03/2014) pekan lalu.

Relawan tiba di Doula, Kamerun kemudian berkoordinasi dengan NGO lokal, AHAS Association Humanitaire Pour le Development du Cameroon untuk mengetahui kebutuhan korban. Dalam siaran pers yang dirilis pekan lalu, Dompet Dhuafa mengutuk keras pembunuhan rakyat sipil yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di Republik Afrika Tengah.

Dompet Dhuafa menyerukan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan dunia dan juga Indonesia untuk membantu rakyat Republik Afrika Tengah yang terancam bencana kelaparan.  Serta meminta pemerintah Indonesia dan pemerintah Republik Afrika Tengah untuk memudahkan akses bantuan-bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Wawancarai Geert Wilders, Laman ABC Diretas

Wawancarai Geert Wilders, Laman ABC Diretas

AS Mendapat Ancaman Mengenai Tahanan Guantanamo

AS Mendapat Ancaman Mengenai Tahanan Guantanamo

Presiden Tunisia Dikirimi Paket Beracun

Presiden Tunisia Dikirimi Paket Beracun

Sakit Mental, Miliarder Australia James Packer Mundur dari Dunia Bisnis

Sakit Mental, Miliarder Australia James Packer Mundur dari Dunia Bisnis

Baca Juga

Berita Lainnya