Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Kebebasan Tidak Gratis, Obama Desak NATO Tambah Belanja Pertahanan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan keprihatinannya akan pemangkasan anggaran belanja pertahanan negara-negara Eropa dan mengatakan kepada anggota NATO di Brussels bahwa “setiap orang harus terlibat” dalam mempertahankan perbatasan benua, kedaulatan dan integritas teritorial.

Dalam konferensi pers hari Rabu (26/3/2014), Obama mengatakan bahwa tingkat anggaran belanja pertahanan di negara-negara anggota NATO rendah.

“Situasi di Ukraina mengingatkan kita bahwa kebebasan kita tidak gratis. Kita harus mau membayar untuk aset-aset, personel dan pelatihan yang dibutuhkan guna memastikan kita punya pasukan NATO yang dapat diandalkan dan sebuah pasukan yang disegani,” kata Obama.

“Ini tidak hanya bisa dilakukan oleh AS dan Inggris. Setiap orang harus ambil bagian,” imbuhnya dikutip Aljazeera.

Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, Obama menyinggung soal pasal 5 dalam traktrat blok pertahanan mereka, di mana setiap negara anggota wajib membantu negara anggota lainnya yang mengalami serangan bersenjata.

Ukraina memiliki hubungan khusus dengan NATO, di mana negara itu menjadi penyokong pengiriman logistik dan personel militer Amerika Serikat dan NATO dalam peperangan di Afghanistan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Majelis Rendah Parlemen Swiss Setujui Larangan Cadar

Majelis Rendah Parlemen Swiss Setujui Larangan Cadar

Merawat Muslim, Dokter Tanpa Batas Diusir dari Myanmar

Merawat Muslim, Dokter Tanpa Batas Diusir dari Myanmar

Pemimpin Hong Kong Bilang RUU Ekstradisi Sudah “Mati”, Demonstran Tak Percaya

Pemimpin Hong Kong Bilang RUU Ekstradisi Sudah “Mati”, Demonstran Tak Percaya

Rusia: Beri Waktu Assad Reformasi Suriah

Rusia: Beri Waktu Assad Reformasi Suriah

Gereja Katolik Bayar $276 Juta Terkait Pelecehan Seksual Anak-Anak di Australia

Gereja Katolik Bayar $276 Juta Terkait Pelecehan Seksual Anak-Anak di Australia

Baca Juga

Berita Lainnya