Sabtu, 29 Januari 2022 / 25 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Teler Jelang Kedatangan Obama di Belanda, 3 Agen SS Dipulangkan

Presiden AS Barack Obama dikawal agen-agen Secret Service.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Secret Service memanggil pulang tiga agennya dari Belanda tidak lama sebelum kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di negara kincir angin itu, setelah satu agen ketahuan mabuk di sebuah hotel di Amsterdam, lansir Associated Press.

Para agen pengawal presiden itu dibebaskan dari tugasnya karena “alasan disipliner,” kata jurubicara Secret Service Ed Donovan yang enggan menjelaskan lebih lanjut.

Donovan mengatakan, insiden terjadi menjelang kedatangan Obama hari Senin (24/3/2014) di Belanda, namun hal itu tidak membahanyakan keamanan presiden.

Kejadian itu merupakan satu di antara sekian insiden belakangan ini yang mencoreng pamor dinas pengawal kepresidenan Amerika Serikat yang kelihatannya sangat gagah, Secret Service. Selain mabuk-mabukan, agen-agen SS pernah tersandung kasus pesta seks dengan pelacur menjelang kedatangan Obama ke Columbia untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi negara-negara di benua Amerika 2012 lalu.

Pada insiden terbaru di Amsterdam itu, satu agen ditemukan dalam keadaan sangat mabuk oleh seorang staf hotel, yang kemudian melaporkannya ke Kedutaan AS, kata seseorang yang mengetahui kejadiannya.

Dua orang agen SS lain sepertinya dianggap terlibat dalam peristiwa memalukan itu, karena mereka diam saja padahal keduanya dalam posisi bisa mendampingi agen yang teler berat itu, kata orang tersebut.

“Ini bukan seperti pesta besar, gila-gilaan,” kata mereka beralasan.

Tahun 2012 Secret Service mengeluarkan pedoman baru bagi agennya, berisi larangan mengunjungi tempat-tempat yang tidak dikenal atau membawa orang asing ke kamar hotel tempat mereka menginap.

Aturan itu juga melarang agen SS mengkonsumsi minuman beralkohol 10 jam sebelum melaporkan diri untuk melaksanakan tugas atau melakukan perjalanan dinas.

Kedatangan Obama di Amsterdam senin pagi itu merupakan awal dari rangkaian kunjungannya ke empat negara Eropa selama sepekan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

afghanistan negara bebas

‘Negara Bebas’, Taliban Sambut Keluarnya AS dari Afghanistan

Sri Lanka akan Larang Burqa dan Tutup lebih dari 1.000 Sekolah Islam

Sri Lanka Perlu Waktu Pertimbangkan Larangan Burqa

Di Malta Orang Boleh Tanam dan Pakai Ganja di Rumah

Di Malta Orang Boleh Tanam dan Pakai Ganja di Rumah

Presiden Prancis Angkat Lagi Isu Armenia

Presiden Prancis Angkat Lagi Isu Armenia

39 Kelompok Sayap Kiri Yahudi Mendukung Gerakan BDS

39 Kelompok Sayap Kiri Yahudi Mendukung Gerakan BDS

Baca Juga

Berita Lainnya