Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pejabat PBB sebut ada Horor dan Kebencian di Afrika Tengah

AFP
Aksi milisi Anti Balaka sedang melakukan tindakan kekerasan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pejabat tinggi HAM PBB mengatakan kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah (CAR) masih pada tingkat yang “sangat mengerikan” dan telah mendorong kekejaman termasuk kanibalisme.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay, berbicara dalam sebuah konferensi pers hari Kamis (20/03/2013)  di Bangui, ketika ia mengakhiri kunjungan selama tiga hari ke negara itu.

Pillay mengatakan CAR telah “menjadi sebuah negara di mana rakyatnya tidak hanya dibunuh” tetapi “disiksa, dimutilasi, dibakar dan dipotong-potong.”

Ia mengatakan para penyelidik PBB mengetahui sedikitnya ada empat peristiwa di mana para pembunuh memakan daging korban-korban mereka.

“Orang-orang terus dibunuh setiap hari,” kata Pillay dikutip BBC.

“Ini telah menjadi sebuah negara di mana orang-orang tidak hanya dibunuh, mereka juga disiksa, dimutilasi, dibakar dan dicincang,” ujarnya.

Pejabat tinggi HAM PBB itu menggambarkan kebencian dalam masyarakat yang di negara yang dilanda konflik pada “tingkat yang sangat mengerikan.”

Perkembangan ini dilaporan di saat PBB sebelumnya telah menilai pengusiran dan pembantaian terhadap kaum Muslim di Republik Afrika Tengah.

Konflik di CAR meletus setelah milisi Kristen Anti Balaka melancarkan serangan terkoordinasi terhadap kelompok Muslim Seleka yang pernah menggulingkan pemerintah Maret lalu.

Sayangnya, milisi Kristen justru menargetkan semua populasi Muslim secara keseluruhan, bukan pada kelompok Seleka saja.
Kekerasan mengerikan di CAR ini terjadi di saat pasukan penjaga perdamaian dari Perancis dan Uni Afrika telah dikerahkan ke negara tersebut. Namun mereka tidak mampu menghentikan kekerasan dan bahkan dalam beberapa kasus membiarkan Muslim dibunuh.

Sampai hari ini, Prancis menempatkan sekitar 2.000 tentaranya di CAR, sementara Uni Afrika mengerahkan tiga kali lipat dari jumlah itu.

Komisioner Tinggi PBB yang mengurusi Pengungsi (UNHCR) mencatat sejak konflik Maret tahun lalu setidaknya telah 400.000 Muslim CAR meninggalkan rumahnya dan 222.000 orang mengungsi ke negara lain seperti Kongo, Chad dan Kamerun.

Milisi Anti Balaka sedang menghancurkan sebuah masjid di Kota Bangui

Milisi Anti Balaka sedang menghancurkan sebuah masjid di Kota Bangui

Seorang pemimpin Muslimin di Afrika Tengah meyakinkan kepada Aljazeera bahwa kini  300 masjid dihancurkan, perempuan dibantai dan banyak para lakilaki dibakar.

Sementara itu sumber lain juga mengabarkan warga Muslim, yang merupakan penduduk utama Republik Afrika Tengah yang  tinggal di Kota Bangui, terus habis akibat pembantaian. Dari jumlah 100 ribu penduduk kini dikabarkan hanya tersisah 900 orang saja.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Arab Saudi Resmi Izinkan Bioskop 90 Hari Lagi

Arab Saudi Resmi Izinkan Bioskop 90 Hari Lagi

Desa Swiss Ini akan Kasih Uang Orang yang Bersedia Mukim di Sana

Desa Swiss Ini akan Kasih Uang Orang yang Bersedia Mukim di Sana

Dengan Izin Allah Azza Wa Jalla, Birmil Kiriman Bashar Gagal Meledak

Dengan Izin Allah Azza Wa Jalla, Birmil Kiriman Bashar Gagal Meledak

Liputan Negatif Media  Bentuk Cara Pandang Negatif Pemeluk Islam di Inggris

Liputan Negatif Media Bentuk Cara Pandang Negatif Pemeluk Islam di Inggris

Saudi akan Deportasi Anak Muda Asing Pelaku Pelanggaran Narkoba

Saudi akan Deportasi Anak Muda Asing Pelaku Pelanggaran Narkoba

Baca Juga

Berita Lainnya