Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Geert Wilders Dikecam, Berniat Kurangi Warga Maroko di Belanda

AFP
Kali ini politisi anti-Islam Geert Wilders menyuarakan anti-warga Maroko.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Keturunan Maroko yang merupakan kelompok terbesar di Belanda mengatakan, akan mengajukan keluhan terhadap politisi sayap kanan Geert Wilders, setelah ia mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia akan mengajukan kebijakan hanya ada “sedikit Maroko” di Belanda.

“Hari ini kita memasukkan berkas ke polisi untuk mengajukan keluhan berbasis diskriminasi terhadap Wilders,” kata Habib el Kaddouri, Koordinator Belanda-Maroko Foundation (SMN) , kepada AFP, seperti diberitakan Gulf News, Kamis (20/3/2014).

Dalam penayangan di televisi Rabu tengah malam, politisi anti-Islam itu di Den Haag meminta pendapat para pendukungnya setelah pemilihan pemerintah setempat, apakah mereka ingin “lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko di kota Anda dan di Belanda?”

“Sedikit! Sedikit!” teriak para pendukungnya. Dengan tersenyum Wilders menjawab: “Kita akan mengatur itu.”

“Kami percaya, dengan menargetkan kelompok tertentu, Wilders kali ini sudah keterlaluan,” kata El Kaddouri, mengacu pada kasus pengadilan pada 2011 yang membebaskan politisi berambut perak tersebut dari tuduhan ucapan bernada kebencian.

Pengadilan memutuskan, ucapan-ucapan Wilders yang menargetkan terhadap satu kelompok agama diizinkan dalam hukum kebebasan berbicara di Belanda, kecuali kalau sasarannya terhadap kelompok etnis tertentu.

Wilders, yang sering dicerca oleh komunitas imigran Belanda terkait retorikanya yang berapi-api bernada anti-Islam, pernah membandingkan Al Quran dengan buku karya Hitler, Mein Kampf (Perjuanganku) Hitler dan menyebut Islam agama fasis.

Dalam pemilihan umum lokal hari Rabu, Wilders menyuarakan program anti-Maroko. Pekan lalu di Den Haag, ia berkomentar, akan  ‘melakukan  Maroko lebih sedikit’.

Wilders mengatakan kepada para pendukungnya, dia diperbolehkan mengajukan pertanyaan tersebut karena dilindungi kebebasan berbicara. “Kami tidak mengatakan apa-apa yang tidak boleh secara hukum,” katanya.

“Pernyataan seperti ini membuat kita merasa sangat tidak aman,” kata El Kaddouri.

Perdana Menteri Mark Rutte mengkritik Wilders. Ia mengatakan, komentar Wilders “meninggalkan rasa tidak enak di mulut”.

“Dia lagi telah berbuat terlalu jauh,” katanya kepada kantor berita lokal, ANP lokal.

Partai Wilders untuk Kebebasan (PVV) merupakan peserta pemilu di dua kota di Belanda pada hari Rabu. Ia pun sedang mencari dorongan moral menjelang pemilihan Parlemen Eropa bulan Mei.

The PVV menang di Almere, kota sebelah timur Amsterdam, tetapi kalah untuk upayanya menguasai Den Haag  yang kedua kalinya.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Bunuh Puluhan Sipil Iraq 8 Marinir AS Dibebaskan

Bunuh Puluhan Sipil Iraq 8 Marinir AS Dibebaskan

Bentrok Muslim-Kristen di Afrika Tengah, 30 orang Tewas

Bentrok Muslim-Kristen di Afrika Tengah, 30 orang Tewas

investasi minuman keras

Negara Uni Eropa yang Paling Banyak Belanja Minuman Beralkohol

Patuhi Ajaran Agama, Pemain Inter Ishak Belfodil Tolak Bikin Tato

Patuhi Ajaran Agama, Pemain Inter Ishak Belfodil Tolak Bikin Tato

Putin: Wajar Uni Eropa Ingin Punya Tentara Sendiri

Putin: Wajar Uni Eropa Ingin Punya Tentara Sendiri

Baca Juga

Berita Lainnya