Selasa, 21 September 2021 / 13 Safar 1443 H

Internasional

Intelijen Amerika Merekam 100% Pembicaraan Telepon di Suatu Negara

Bagikan:

Hidayatullah.com—Badan intelijen Amerika Serikat National Security Agency (NSA) merekan “setiap percakapan” telepon sebuah negara asing yang tidak disebutkan namanya, demikian menurut sebuah laporan Washington Post (18/3/2014).

Laporan itu mengatakan bahwa sistem yang digunakan NSA dapat merekam milyaran percakapan yang bisa diputar ulang hingga 30 hari kemudian.

Seorang manajer senior program penyadapan itu membandingkannya dengan mesin waktu yang bisa memutar kembali suara dari sambungan telepon manapun, lapor Washington Post.

Dalam laporannya, salah satu media ternama di Amerika Serikat itu mengutip sumber-sumber yang disembunyikan identitasnya, berikut dokumen yang diungkap oleh mantan pegawai kontrak di NSA, Edward Snowden.

Program penyadapan suara itu dikenal sebagai MYSTIC, dimulai pada tahun 2009. Menurut Washington Post program itu dilancarkan dengan kekuatan penuh atas sebuah negara target pertamanya pada 2011. Dokumen perencanaan menunjukkan dua tahun kemudian operasi penyadapan yang sama akan dilakukan atas sebuah negara lain.

Atas permintaan para pejabat Amerika, Washington Post mengaku tidak membeberkan informasi rinci mengenai program penyadapan itu, yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi nama negara yang seluruh percakapan teleponnya atau “100 persen” disadap oleh Amerika Serikat.

Tidak ada program NSA lain hingga saat ini yang bisa menyadap seluruh pembicaraan telepon dari seluruh jaringan telekomunikasi sebuah negara seperti yang dimiliki alat RETRO (retrospective retrieval) itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Promosikan Homoseksual di TV Aktivis Gay Zambia Ditangkap

Promosikan Homoseksual di TV Aktivis Gay Zambia Ditangkap

Lebanon Larang Novel The Da Vinci Code?

Lebanon Larang Novel The Da Vinci Code?

OKI Minta Myanmar Selidiki Pembantaian Rohingya

OKI Minta Myanmar Selidiki Pembantaian Rohingya

Jerman Janjikan Bantuan €15 Juta untuk Rohingya

Jerman Janjikan Bantuan €15 Juta untuk Rohingya

Uskup Dibebastugaskan Setelah Meramal Willliam-Kate

Uskup Dibebastugaskan Setelah Meramal Willliam-Kate

Baca Juga

Berita Lainnya