Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Berencana ke Suriah, Pemuda Amerika Dituntut Sebagai Teroris

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang pria Amerika, yang menurut kejaksaan sedang dalam perjalanan menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok pecahan Al-Qaida, telah ditangkap di dekat perbatasan Amerika Serikat-Kanada di negara bagian Washington dengan tuduhan “terorisme.”

Departemen Kehakiman AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemuda berusia 20 tahun bernama Nicholas Teausant, kelahiran Amerika yang masuk agama Islam, berencana menyeberang ke Kanada lalu pergi ke Suriah untuk bergabung dengan salah satu kelompok pemberontak.

Ditangkap di dekat perbatasan Kanada, Teausant dituduh berupaya memberikan dukungan materi kepada “organisasi teroris asing” dalam rencananya bergabung dengan kelompok ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant), lansir Aljazeera (18/3/2014).

Penyelidik mengatakan Teausant membicarakan rencananya panjang lebar kepada seorang informan bayaran FBI dan berulang kali menegaskan bahwa dirinya serius akan pergi ke Suriah.

Informan itu lalu menghubungkan Teausant dengan seorang agen intelijen federal yang menyamar, yang setuju untuk mendukung rencanaya bergabung dengan salah satu kelompok di Suriah, sebelum akhirnya dia dibekuk.

Sejak awal tahun lalu, Teausant mulai mengekspresikan keinginannya melihat Amerika tumbang. Di internet dia mengatakan, “Saya sangat ingin bergabung dengan tentaranya Allah, tetapi saya tidak tahu bagaimana memulainya.”

Di forum online lainnya, dia mengatakan berharap bisa pergi bertempur ke Suriah. “Saya akan menjadi komandan dan saya akan berada di halaman depan setiap koran di negeri ini,” ujarnya.

Di antara rencana Teausant lainnya adalah muncul di video-video kelompok itu, tanpa penutup wajah dan menjadi orang kulit putih pertama yang membiarkan wajahnya terbuka lebar di depan kamera.

Teausant mengatakan ingin bergabung dengan ISIL dan memerangi kelompok oposisi FSA (Free Syrian Army) yang didukung Barat, kelompok yang juga memerangi rezim Bashar Al-Assad.

Menurut jaksa, Teausant juga mengatakan dia ingin menarget sistem kereta bawah tanah Los Angeles pada malam Tahun Baru atau pada hari Tahun baru, tetapi dia menghentikan keterlibatannya karena khawatir aparat keamanan telah mendapatkan bocoran informasi tentang rencana tersebut.

Jaksa federal mengatakan, Teausant sejak bulan Oktober lalu telah berencana untuk mendukung ISIL, kelompok yang dimasukkan oleh Departemen Luar Negeri AS dalam daftar teroris.

Menurut laporan Reuters (17/3/2014), Teausant ditangkap di dekat perbatasan di Blaine, Washington. Pemuda itu berasal dari California. Dia merupakan seorang mahasiswa San Joaquin Delta Community College di Stockton, California. Pemuda itu juga anggota dari Garda Nasional Angkatan Darat AS yang masuk tahun 2012. Namun, pada bulan Desember 2013 dia termasuk orang yang akan dikeluarkan dari Garda Nasional, di mana dia mendapatkan pangkat prajurit, dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi minimum untuk terus lanjut. Dia belum ikut latihan dasar perang militer AS.

Jika dinyatakan bersalah, pemuda itu terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda US$250.000.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Jenderal Amerika Bocorkan Rahasia Virus Stuxnet

Jenderal Amerika Bocorkan Rahasia Virus Stuxnet

Untuk Ke-37 Kalinya Al Araqib Dihancurkan Penjajah Israel

Untuk Ke-37 Kalinya Al Araqib Dihancurkan Penjajah Israel

PBB: 140 Ribu Orang di Arakan Kehilangan Tempat Tinggal

PBB: 140 Ribu Orang di Arakan Kehilangan Tempat Tinggal

Kuwait Bantah dengan Tegas Klaim Trump akan Mendukung Normalisasi ‘Israel’

Kuwait Bantah dengan Tegas Klaim Trump akan Mendukung Normalisasi ‘Israel’

Tahun 2019 Rekor Pembunuhan Massal di Amerika Serikat

Tahun 2019 Rekor Pembunuhan Massal di Amerika Serikat

Baca Juga

Berita Lainnya